Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Semburan lumpur di Baby Volcano atau Bledug Cangkring Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan ternyata bukan kejadian yang pertama.

Pada 2006 silam, Baby Volcano pernah jebluk. Saat itu, peristiwanya bersamaan dengan momentum gempa di Yogyakarta. Peristiwa itu juga bersamaan dengan banjir lumpur Lapindo, Sidoarjo.

Itu diungkapkan Kepala Desa Grabagan Eko Setyawan. Eko memaparkan, berbeda dengan semburan tadi pagi yang mengalir ke barat daya, pada saat itu lumpur mengalir ke arah utara dan timur laut.

Baca juga: Baby Volcano Nyembur, Setengah Hektare Sawah di Grobogan Terendam

“Ketika itu kan momentumnya ada gempa besar. Ini kemungkinan ada gempa lagi. Dulu yang berbarengan dengan gempa di Yogyakarta tidak  mengalir ke sungai seperti sekarang, jadi kelihatan luas sekali lumpurnya,” terang Kades, Selasa (22/2/2022).

Diketahui, Baby Volcano menyemburkan lumpur, Selasa (22/2/2022) sekitar pukul 07.30 WIB. Semburan berhenti sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa itu telah dilaporkan ke BPBD Grobogan, Pemprov Jateng, hingga Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Jateng.
Peristiwa itu telah dilaporkan ke BPBD Grobogan, Pemprov Jateng, hingga Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Jateng.Menurut Kades, kudro alias letupan di sekitar Baby Volcano sudah sering terjadi. Warga setempat pun sudah terbiasa dengan letupan-letupan kecil di situ.“Di bagian barat daya bledug mengeluarkan lumpur kecil. Lama-lama mengikis tepi kawah bledug yang penuh dengan lumpur. Kemudian tepat pukul 07.30 WIB, lumpur di kawah bledug tumpah mengalir melalui belik manten,” kata Eko Setyawan.Eko mengatakan lumpur mengalir ke areal persawahan di sekitar bledug. Luas persawahan yang tertimbun lumpur sekitar setengah hektare.“Kerugian diperkirakan Rp 5 juta. Padi sudah mulai menguning yang tertimbun lumpur. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, karena tidak ada warga masyarakat di lokasi kejadian,” tambah Kades. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler