Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan terus menggencarkan operasi pasar (OP) di tengah kelangkaan minyak goreng murah dengan harga Rp 14 ribu per liter. Setelah menggelar OP di tiga lokasi pada dua hari kemarin, Disperindag kembali menggelar OP di dua titik pada hari ini, Kamis (24/2/2022).

Kabid Perdagangan pada Disperindag Grobogan Sigit Adi Wibowo mengungkapkan, OP hari ini digelar di wilayah Kecamatan Kradenan dan Geyer. Adapun mekanismenya sama dengan OP yang telah digelar sebelumnya.

”Kuotanya yang di Kradenan 1.056 liter. Sedangkan kuota yang di Geyer 800 liter,” kata Sigit, saat dikonfirmasi wartawan.

Baca juga: Stok Minyak Goreng dalam Operasi Pasar Disperindag Grobogan Terbatas, Sejumlah Warga Nggak Kebagian Kupon

Sejauh ini, Disperindag Grobogan telah melakukan OP minyak goreng dengan total kuota sedikitnya 5.000 liter, sejak akhir Desember 2021. Hal itu tentu bertujuan untuk memudahkan masyarakat, terutama pengusaha UMKM dan masyarakat bawah untuk mengakses minyak murah.

Memang, dalam pelaksanaan di lapangan, tidak seluruh orang datang ke lokasi OP bisa kebagian barang. Sebab, dengan sistem kupon yang diberlakukan, banyak warga yang sudah jauh-jauh datang ke lokasi OP namun tak bisa membeli minyak murah karena tidak kebagian kupon yang jumlahnya terbatas.

Sementara itu, Kepala Sub Koordinator Bina Usaha dan Perusahaan pada Disperindag Grobogan Taufik Budi Prasetyo yang menjadi koordinator lapangan dalam OP menyatakan, pihaknya memang tak mungkin bisa memenuhi seluruh kebutuhan minyak goreng masyarakat. Namun, setidaknya pemerintah daerah ada usaha untuk membantu masyarakat Grobogan.“Ini isu nasional, tidak mungkin kami bisa memenuhi. Yang terpenting kan Pemerintah Kabupaten tidak diam, ada usaha untuk masyarakat,” kata Taufik.   Reporter: Saiful AnwarEditor: Dani Agus

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler