Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Orang hanyut dan tenggelam kembali terjadi di Kabupaten Grobogan. Sebelumnya, dua orang dilaporkan tenggelam di Sungai Serang. Kini giliran Sungai Tuntang Grobogan minta tumbalnya.

Naasnya, dua orang bocah kakak beradik, Ervin (12) dan Novita Sari (8), warga Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta yang menjadi santapan sungai tersebut.

Keduanya dilaporkan hanyut di Sungai Tuntang Grobogan turut Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Selasa (8/3/2022), sekitar pukul 10.00 WIB. Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian keduanya.

Baca juga: Dua Warga Grobogan Tenggelam di Sungai Serang: Satu Tewas, Satu Hilang

Bocah tersebut sebelumnya dikabarkan bermain di area Sungai Tuntang sebelum dilaporkan hanyut. Saat itu, Novita Sari yang lebih dulu terhanyut. Sementara, si kakak, Ervin mencoba menolong namun turut terhanyut di sungai tersebut.

Informasi itu diungkapkan Kepala Desa Kemiri, Sukirman. Menurutnya, kedua bocah malang itu sedang berlibur ke rumah neneknya di Desa Kemiri.

“Orangtuanya sudah lama pindah dari Desa Kemiri. Ke sini nengok ke rumah neneknya. Mereka main saja begitu, tahu-tahu ternyata mainnya di sungai,” kata Sukirman, Selasa (8/3/2022).
“Orangtuanya sudah lama pindah dari Desa Kemiri. Ke sini nengok ke rumah neneknya. Mereka main saja begitu, tahu-tahu ternyata mainnya di sungai,” kata Sukirman, Selasa (8/3/2022).Sukirman menambahkan, ada warganya berusia sekitar 50-an melihat kejadian tersebut. Namun, dia tidak berani menolong karena arus sungai memang sangat deras. Warga tersebut lalu melaporkan kepada warga lainnya hingga ke kepala desa.“Ada warga yang melihat. Tapi dia tidak berani menolong karena arus sungai deras,” tambah Kades.Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan menerangkan, pihaknya langsung menuju ke lokasi untuk melakukan proses pencarian. Namun, hingga berita ini ditulis, korban belum ditemukan. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler