Bencana Banjir dan Kekeringan Masih Mengancam Grobogan, Ini Sebabnya
Saiful Anwar
Selasa, 29 Maret 2022 17:23:29
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Bencana banjir dan kekeringan sering terjadi di Kabupaten Grobogan. Bahkan sampai muncul celoteh ‘kalau hujan tidak bisa jongkok, kalau kemarau tidak bisa cebok’.
Kepala Bappeda Grobogan Anang Armunanto mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan bencana banjir masih melanda di Kabupaten Groboga. Salah satunya buruknya konservasi hutan.
Kondisi itu diperparah dengan tingginya praktik buang sampah di sungai maupun di tanggul sungai. Akibatnya sedimentasi sungai kian parah dan bila intensitas hujan tinggi maka bencana banjir tak terelakkan.
“Ketika intensitas hujannya tinggi, didukung oleh konservasi hutan yang tidak bagus, penggundulan hutan di daerah hulu sana, otomatis air itu akan ke bawah,” kata Anang, Selasa (29/3/2022).
Selain itu, di Grobogan juga terdapat beberapa daerah cekungan. Letak geografis seperti itu membuat wilayah tersebut rentan tergenang banjir.
Baca juga: Bencana Banjir Grobogan Makin Meluas
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Banjir di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, pada 16 Maret 2022 lalu disebabkan meluapkan sungai Serang. (MURIANEWS/Saiful Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan –