Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Para petani okra Grobogan diundang PT Kelola Agro Makmur (PT KAM) di Kabupaten Temanggung, Kamis (19/5/2022). Ada 34 petani yang ikut menghadiri undangan itu.

Mereka didampingi tim ECHO Green Grobogan. Petani yang diundang dari posko IV Desa Ketangirejo, Kecamatan Grobogan.

General Manager PT. KAM Satwo Sugeng mengatakan, kegiatan itu untuk menjaga hubungan saling menguntungkan antara dua pihak, Petani dan PT KAM. Itu jadi kunci keberlangsungan kemitraan yang telah terjalin.

Baca: Terus Berkembang, Sayur Okra Sudah Ditanam di Delapan Kecamatan di Grobogan-Pati

“Untuk meningkatkan kemitraan ini, kami telah menyiapkan program uji analisa tanah secara gratis bagi lahan petani mitra. Itu bertujuan mengetahui unsur hara yang terkandung dalam tanah pertanian,” kata Sugeng.

Dengan rekomendasi hasil analisa lahan, petani okra dapat secara efektif dalam menentukan dosis pupuk yang digunakan. Juga, pupuk yang memiliki unsur yang diperlukan.

“Meskipun umumnya tanaman okra hanya berumur empat sampai lima bulan, tapi kalau dirawat dengan bagus bisa panen terus sampai umur tanamannya mencapai delapan bulan,” tambah Sugeng.

Baca: Petani Grobogan Mulai Budidayakan Tanaman Okra, Hasil Panen Diekspor ke Jepang

Manager Budidaya PT Kelola Agro Makmur (KAM) Grahan Sugeng Aprillian menambahkan pihaknya mengapresiasi minta petani okra posko 4 Grobogan untuk terus berkembang.

Ia berharap minta petani menanam okra semakin banyak. Itu mengingat luas wilayah Kabupaten Grobogan merupakan yang terluas kedua di Jawa Tengah.“Semoga target 100 hektare petani okra Grobogan bisa segera terwujud,” ujarnya.Sigit Sudarsono, anggota posko 4 asal Desa Tungu, Kecamatan Godong mengaku antusias mengikuti kunjungan itu. Menurutnya, kunjungan itu dapat mendorong petani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil okra.Di samping itu, lanjut Sigit, PT KAM ternyata juga memberikan perhatian terhadap kualitas tanah lahan tanaman okra. Di mana, adakan dijalankan program uji analisa tanah di lahan petani okra.“Target PT KAM 300 ton per bulan dan sampai sekarang baru bisa memenuhi 30 persen dari target itu. Jadi kami tidak kawatir kalau hasil panen sampai tidak diambil, karena berdasarkan target perbulannya PT KAM masih kurang banyak,” kata dia.Selain berdiskusi di ruang pertemuan, rombongan juga diajak melihat langsung proses sortir okra yang baru saja diambil dari posko petani okra.Selain, proses sortasi pihak PT KAM juga menjelaskan dan memperlihatkan beberapa rangkaian proses yang dilakukan sampai sayuran okra tersebut siap untuk dikirim ke Jepang. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler