MURIANEWS, Grobogan – Para petani okra
Grobogan diundang PT Kelola Agro Makmur (PT KAM) di Kabupaten Temanggung, Kamis (19/5/2022). Ada 34 petani yang ikut menghadiri undangan itu.
Mereka didampingi tim ECHO Green Grobogan. Petani yang diundang dari posko IV Desa Ketangirejo, Kecamatan Grobogan.
General Manager PT. KAM Satwo Sugeng mengatakan, kegiatan itu untuk menjaga hubungan saling menguntungkan antara dua pihak, Petani dan PT KAM. Itu jadi kunci keberlangsungan kemitraan yang telah terjalin.
Baca: Terus Berkembang, Sayur Okra Sudah Ditanam di Delapan Kecamatan di Grobogan-Pati“Untuk meningkatkan kemitraan ini, kami telah menyiapkan program uji analisa tanah secara gratis bagi lahan petani mitra. Itu bertujuan mengetahui unsur hara yang terkandung dalam tanah pertanian,” kata Sugeng.
Dengan rekomendasi hasil analisa lahan, petani okra dapat secara efektif dalam menentukan dosis pupuk yang digunakan. Juga, pupuk yang memiliki unsur yang diperlukan.
“Meskipun umumnya tanaman okra hanya berumur empat sampai lima bulan, tapi kalau dirawat dengan bagus bisa panen terus sampai umur tanamannya mencapai delapan bulan,” tambah Sugeng.
Baca: Petani Grobogan Mulai Budidayakan Tanaman Okra, Hasil Panen Diekspor ke JepangManager Budidaya PT Kelola Agro Makmur (KAM) Grahan Sugeng Aprillian menambahkan pihaknya mengapresiasi minta petani okra posko 4 Grobogan untuk terus berkembang.
Ia berharap minta petani menanam okra semakin banyak. Itu mengingat luas wilayah Kabupaten Grobogan merupakan yang terluas kedua di Jawa Tengah.“Semoga target 100 hektare petani okra
Grobogan bisa segera terwujud,” ujarnya.Sigit Sudarsono, anggota posko 4 asal Desa Tungu, Kecamatan Godong mengaku antusias mengikuti kunjungan itu. Menurutnya, kunjungan itu dapat mendorong petani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil okra.Di samping itu, lanjut Sigit, PT KAM ternyata juga memberikan perhatian terhadap kualitas tanah lahan tanaman okra. Di mana, adakan dijalankan program uji analisa tanah di lahan petani okra.“Target PT KAM 300 ton per bulan dan sampai sekarang baru bisa memenuhi 30 persen dari target itu. Jadi kami tidak kawatir kalau hasil panen sampai tidak diambil, karena berdasarkan target perbulannya PT KAM masih kurang banyak,” kata dia.Selain berdiskusi di ruang pertemuan, rombongan juga diajak melihat langsung proses sortir okra yang baru saja diambil dari posko petani okra.Selain, proses sortasi pihak PT KAM juga menjelaskan dan memperlihatkan beberapa rangkaian proses yang dilakukan sampai sayuran okra tersebut siap untuk dikirim ke Jepang. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi
[caption id="attachment_290833" align="alignleft" width="1280"]

Suasana kunjungan petani okra Grobogan ke PT KAM di Temanggung. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Para petani okra
Grobogan diundang PT Kelola Agro Makmur (PT KAM) di Kabupaten Temanggung, Kamis (19/5/2022). Ada 34 petani yang ikut menghadiri undangan itu.
Mereka didampingi tim ECHO Green Grobogan. Petani yang diundang dari posko IV Desa Ketangirejo, Kecamatan Grobogan.
General Manager PT. KAM Satwo Sugeng mengatakan, kegiatan itu untuk menjaga hubungan saling menguntungkan antara dua pihak, Petani dan PT KAM. Itu jadi kunci keberlangsungan kemitraan yang telah terjalin.
Baca: Terus Berkembang, Sayur Okra Sudah Ditanam di Delapan Kecamatan di Grobogan-Pati
“Untuk meningkatkan kemitraan ini, kami telah menyiapkan program uji analisa tanah secara gratis bagi lahan petani mitra. Itu bertujuan mengetahui unsur hara yang terkandung dalam tanah pertanian,” kata Sugeng.
Dengan rekomendasi hasil analisa lahan, petani okra dapat secara efektif dalam menentukan dosis pupuk yang digunakan. Juga, pupuk yang memiliki unsur yang diperlukan.
“Meskipun umumnya tanaman okra hanya berumur empat sampai lima bulan, tapi kalau dirawat dengan bagus bisa panen terus sampai umur tanamannya mencapai delapan bulan,” tambah Sugeng.
Baca: Petani Grobogan Mulai Budidayakan Tanaman Okra, Hasil Panen Diekspor ke Jepang
Manager Budidaya PT Kelola Agro Makmur (KAM) Grahan Sugeng Aprillian menambahkan pihaknya mengapresiasi minta petani okra posko 4 Grobogan untuk terus berkembang.
Ia berharap minta petani menanam okra semakin banyak. Itu mengingat luas wilayah Kabupaten Grobogan merupakan yang terluas kedua di Jawa Tengah.
“Semoga target 100 hektare petani okra
Grobogan bisa segera terwujud,” ujarnya.
Sigit Sudarsono, anggota posko 4 asal Desa Tungu, Kecamatan Godong mengaku antusias mengikuti kunjungan itu. Menurutnya, kunjungan itu dapat mendorong petani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil okra.
Di samping itu, lanjut Sigit, PT KAM ternyata juga memberikan perhatian terhadap kualitas tanah lahan tanaman okra. Di mana, adakan dijalankan program uji analisa tanah di lahan petani okra.
“Target PT KAM 300 ton per bulan dan sampai sekarang baru bisa memenuhi 30 persen dari target itu. Jadi kami tidak kawatir kalau hasil panen sampai tidak diambil, karena berdasarkan target perbulannya PT KAM masih kurang banyak,” kata dia.
Selain berdiskusi di ruang pertemuan, rombongan juga diajak melihat langsung proses sortir okra yang baru saja diambil dari posko petani okra.
Selain, proses sortasi pihak PT KAM juga menjelaskan dan memperlihatkan beberapa rangkaian proses yang dilakukan sampai sayuran okra tersebut siap untuk dikirim ke Jepang.
Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi