Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Pembangunan gedung Sistem Resi Gudang (SRG) wilayah tengah Kabupaten Grobogan tak menemui kabar yang memuaskan. Padahal rencana sudah dimulai sejak 2020 lalu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setiawan mengatakan Detail Engineering Design (DED) dan lokasi sudah disiapkan. Anggaran Rp 50 miliar juga sudah disiapkan.
Namun, lanjutnya, datangnya pandemi Covid-19 pada 2020 lalu memuat semua rencana ambyar. Pembicaraan dengan pemerintah pusat terkait rencana SRG pun mandek. Hingga kini, belum ada lagi komunikasi kelanjutan pembangunan SRG.
Baca: Grobogan Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik
“Anggarannya Rp 50 miliar dengan dibiayai APBN. Ketika itu sudah siap semuanya, tetapi kemudian ada pandemi, tidak ada lagi pembicanaan hingga kini,” kata pria yang akrab disapa Danis itu, Sabtu (21/5/2022).
Sebelumnya, wilayah timur Grobogan sudah dibangun SRG, yakni, di kecamatan Wirosari. Disperindag sendiri merencanakan untuk wilayah tengah di Purwodadi dan barat di Kecamatan Gubuh.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan. (MURIANEWS/Saiful Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Pembangunan gedung Sistem Resi Gudang (SRG) wilayah tengah Kabupaten