Dinsos Grobogan Tak Tahu Data Penerima Bansos yang Meninggal
Saiful Anwar
Jumat, 10 Juni 2022 19:34:04
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan menyatakan tidak bisa mengetahui jika ada penerima bansos yang meninggal. Yakni, jika tidak ada laporan dari pihak desa.
”Secara persis, tidak tahu yang meninggal. Data tidak bisa kita prediksi. Ada yang sudah melaporkan, ada yang belum. Itu kan bergantung desa dan perangkat,” kata Kepala Dinsos Grobogan Edy Santoso, Jumat (10/6/2022).
Menurut Edy, daftar penerima bansos yang sudah meninggal memang dimulai dari desa. Data itu, kemudian disinkronkan di Dukcapil sebelum akhirnya diserahkan ke pihak penyalur bansos, yakni bank dan Pos Indonesia.
Baca: Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Bansos Ngaringan Grobogan
”Di desa itu kan ada sistem, kemudian dilaporkan ke Dukcapil, dan disinkronkan dengan Kemensos. Kalau pembagian itu ranah bank. Bank kalau sudah ada surat kan langsung disinkronkan,” tambahnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kepala Dinsos Grobogan Edy Santoso. (Murianews/Saiful Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan menyatakan tidak bisa mengetahui jika ada penerima bansos yang meninggal. Yakni, jika tidak ada laporan dari pihak desa.
”Secara persis, tidak tahu yang meninggal. Data tidak bisa kita prediksi. Ada yang sudah melaporkan, ada yang belum. Itu kan bergantung desa dan perangkat,” kata Kepala Dinsos Grobogan Edy Santoso, Jumat (10/6/2022).
Menurut Edy, daftar penerima bansos yang sudah meninggal memang dimulai dari desa. Data itu, kemudian disinkronkan di Dukcapil sebelum akhirnya diserahkan ke pihak penyalur bansos, yakni bank dan Pos Indonesia.
Baca: