Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Kasus hewan dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Grobogan terus meningkat. Namun, vitamin untuk menunjang kesembuhan hewan terjangkit PMK terus menipis.

Data Dinas Peternakan dan Peternakan (Disnakkan) Grobogan per Senin (14/6/2022) kemarin, seluruh kecamatan di Grobogan sudah zona merah alias terdapat kasus hewan dengan PMK.

Dalam data tersebut, kasus terbanyak ada di Kecamatan Gabus dengan 232 kasus. Disusul Kecamatan Wirosari (133 kasus) dan Kecamatan Geyer (105 kasus).

Baca: PMK Mewabah, Peternak Grobogan Dilarang Jual Ternaknya ke Luar Daerah

Total kasus aktif sebanyak 829 kasus. Jumlah itu bertambah 15 kasus dari hari sebelumnya. Sementara, total ternak meninggal akibat PMK sejauh ini ada enam ekor.

Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya untuk menekan laju kasus tersebut. Salah satunya, yakni pemberian vitamin pada hewan ternak yang dilaporkan terjangkit.

Lebih lanjut, dia menambahkan, saat ini stok vitamin terus menipis. Di toko obat hewan juga banyak yang kehabisan stok. Tidak hanya itu, stok di tingkat provinsi juga masih kosong.

”Sudah menipis semua. Mau beli di toko obat hewan ya pada kehabisan stok. Provinsi juga belum ada stok lagi, sama saja,” kata Riyanto, Selasa (14/6/2022).Sementara, terkait penutupan pasar hewan, pihaknya masih melihat perkembangan kasus. Selain itu, juga melihat kebijakan daerah kabupaten tetangga.”Melihat perkembangan kasus dan kebijakan kabupaten tetangga (soal penutupan pasar, red),” tambahnya.Sebelumnya, menyusul meningkatnya kasus, Disnakkan Grobogan meminta masyarakat melaporkan kepada petugas apabila terdapat ternak dengan gejala mirip PMK.”Kami sudah menyebarkan nomor agar masyarakat melaporkan apabila ada hewan dengan ciri-ciri mirip PMK. Semua hewan yang bergejala diperlakukan positif PMK,” tutupnya. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler