Upaya Grobogan Hilangkan Stigma ‘Rendeng Raisa Ndodok, Ketiga Raisa Cebok’
Saiful Anwar
Kamis, 16 Juni 2022 17:57:51
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan terus berupaya menghilangkan stigma sebagai daerah yang ‘rendeng raisa ndodok, ketiga raisa cebok’.
Stigma itu berarti, daerah terluas kedua di Jawa Tengah itu sering banjir saat musim hujan dan kekeringan pas kemarau.
Kepala Bappeda Grobogan Anang Armunanto mengatakan perlu rekomendasi-rekomendasi untuk mengentaskan Kota Kedelai dari masalah kekeringan dan banjir yang masih menghantui.
Baca: Bencana Banjir dan Kekeringan Ancam Grobogan, Ini Solusi yang Ditawarkan Bappeda
Itu diungkapkan dalam Focus Group Discussion (FGD) Dewan Riset Daerah Pembangunan Daerah Pembangunan Daerah Berbasis SDG’s (Sustainable Development Goals) di Rumah Kedelai Grobogan, Kamis (16/6/2022).
Salah satu rekomendasi yang muncul dalam forum itu. Seperti, upaya penyelamatan sumber daya air di musim hujan. Dengan begitu, air itu bisa dimanfaatkan saat kemarau.
”Mungkin perlu reservasi lahan, atau membangun biopori, dan sebagainya. Nantinya sampai muncul rekomendasi agar Grobogan tidak kesulitan air lagi,” kata Anang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Suasana FGD Dewan Riset Daerah di Rumah Kedelai Grobogan, Kamis (16/6/2022). (Murianews/Saiful Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan terus berupaya menghilangkan stigma sebagai daerah yang ‘rendeng raisa ndodok, ketiga raisa cebok’.
Stigma itu berarti, daerah terluas kedua di Jawa Tengah itu sering banjir saat musim hujan dan kekeringan pas kemarau.
Kepala Bappeda Grobogan Anang Armunanto mengatakan perlu rekomendasi-rekomendasi untuk mengentaskan Kota Kedelai dari masalah kekeringan dan banjir yang masih menghantui.
Baca: