Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah kini memiliki dua museum purbakala. Dua museum itu diletakan di tempat yang berbeda.

”Ya, punya dua museum,” kata Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik, Kamis (16/6/2022).

Pertama, museum lapang di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo. Museum ini menampilkan tempat penemuan beserta fosilnya.

Baca: Desa Banjarejo Grobogan Kini Punya Balai Kesenian

“Yang di Kuwojo itu pembanguannya dari anggaran Pemkab sebesar Rp 100 juta dan dari Sangiran (Badan Pelestari Situs Manusia Purba Sangiran, red),” tambahnya.

Lokasi museum ini sekitar 1,5 kilometer dari Balai Desa Banjarejo. Di sana, banyak ditemukan fosil-fosil hingga penting untuk dibangunkan museum tersendiri.

Untuk museum di Kuwojo memang dikhususkan untuk fosil-fosil yang ditemukan di lokasi setempat. Ada ratusan fosil yang nanatinya dipajang di museum tersebut.

”Kalau jumlah fosilnya ya ratusan. Bangunannya seluas 14x16 meter, dan saat ini belum ada dindingnya, bawahnya juga belum dicor,” imbuhnya.
”Kalau jumlah fosilnya ya ratusan. Bangunannya seluas 14x16 meter, dan saat ini belum ada dindingnya, bawahnya juga belum dicor,” imbuhnya.Yang kedua, museum baru yang bertempat di kompleks Balai Desa Banjarejo. Lokasi ini nantinya menjadi tempat pameran utama.Taufik mengatakan, museum baru itu nanti menggantikan peran Rumah Fosil Banjarejo. Sedangkan, Rumah Fosil Banjarejo nanti difokuskan sebagai tempat penyimpanan fosil.Dijelaskan, museum yang baru itu belum diresmikan. Sebab, fosil-fosil utama yang nantinya dipamerkan disana sedang diperbaiki tim dari Museum Geologi Bandung.”Fosil-fosil dari sini yang rusak kan diperbaiki di Bandung. Kemudian nanti dikembalikan lagi saat launching museum,” kata Taufik, Kamis (16/6/2022).Pembangunan museum yang baru itu menggunakan anggaran Dana Desa. Nilai totalnya sekitar Rp 220 juta. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler