Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Kebutuhan pekerja profesional di Kabupaten Grobogan kian meningkat. Itu menyusul banyaknya perusahaan besar yang berinvestasi di kabupaten berjuluk Kota Kedelai tersebut.

Terakhir, perusahaan garmen PT Sai Apparel Industries berdiri di Desa Harjowinangun, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Itu diungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Grobogan Teguh Harjokusumo.

”Semakin banyak perusahaan, tentu semakin banyak membutuhkan pekerja yang profesional. Di Pungkook sekarang sudah 13 ribuan pekerja, ini rencana mau nambah dua ribuan pekerja lagi,” papar Teguh.

Baca: Identitas Kerangka Manusia di Bangunan Kosong Grobogan Masih Misterius

PT Sai Apparel Industries sendiri siap menyerap tenaga kerja sekitar tiga ribu orang di tahap pertama.

”Nanti secara bertahap bertambah. Prinsipnya, dengan semakin banyak perusahaan bisa meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) Grobogan,” tutur Teguh, Selasa (28/6/2022).

Dijelaskan, jumlah perusahaan besar di Grobogan hingga pertengahan Juni, ada tujuh perusahaan. Kemudian, perusahaan menengah juga sebanyak tujuh perusahaanSedangkan, Yang berskala kecil ada 28 perusahaan dan mikro sebanyak 354 perusahaan. Dari jumlah itu, perusahaan-perusahaan itu total sudah menyerap tenaga kerja sekitar 30.000 orang.Untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional, pihaknya berharap besar pada Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), Balai Latihan Kerja (BLK), Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN), serta BLK Komunitas untuk menyediakan tenaga profesional tersebut.”Keberadaan lembaga-lembaga tersebut menjadi mitra yang diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Sehingga, dengan skill yang dimiliki pekerja di bidang usaha tertentu, dapat mengdongkrak produktivitas dunia usaha,” kata dia. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler