Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Kadisnakkan) Grobogan Riyanto meminta kabar 30 ekor sapi mati diduga karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) segera dilaporkan.

Pihaknya tak mau, kabar dari Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah itu simpang siur dan justru membuat gaduh di kalangan peternak.

”Tadi ada kabar 60 ekor (mati), sekarang 30 ekor. Nanti ada kabar lagi 100 ekor. Siapa yang kasih info itu? silakan lapor ke sini, itu sapi milik siapa saja. Jangan bikin gaduh!” kata Riyanto, Rabu (29/6/2022).

Baca: Diduga PMK, 30 Sapi di Jambangan Grobogan Mati

Riyanto pantas geregetan dengan mencuatnya kabar itu. Sebab, data yang dilaporkan padanya, jumlah sapi mati di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer hanya tiga ekor sapi dewasa serta beberapa anak sapi.

”Saya sudah konfirmasi ke dokter hewan di Geyer. Yang mati itu, yang dia tangani itu tiga ekor dan ada beberapa pedet (anak sapi, red). Yang ngasih info itu siapa, suruh kasih datanya,” imbuhnya.

Sementara, terkait vaksinasi yang menyasar sapi sehat, Riyanto menjelaskan itu sudah sesuai prosedurnya. Itu dilakukan agar sapi yang sehat tidak ikut terpapar PMK.”Memang prosedurnya begitu. Kalaupun ada kasus PMK, PMK-nya harus sembuh dulu baru divaksin,” imbuhnya.Sebelumnya diberitakan, sebanyak 30 ekor sapi di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer dikabarkan mati. Kabar itu disampaikan Kepala Desa setepat, Karyono.Menurutnya, matinya sapi-sapi itu diduga kuat karena PMK. Di Jambangan, populasi sapi sekitar 5 ribu ekor. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler