Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Larangan membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar memakai jeriken dikeluhkan para petani Grobogan, Jawa Tengah. Akibat larangan itu, traktor mereka nganggur tak bisa digunakan.

Keluhan itu direkam dalam video berdurasi 24 detik dan diunggah akun Nabila Khumairrah di grup Facebook INFO GROBOGAN UPDATE. Video yang diunggah Minggu (10/7/2022) itu dikomentari 20 warganet dan dibagikan 19 kali.

Dalam video itu, seorang petani mengeluhkan tidak bisa bekerja. Sebab, traktornya tidak bisa diisi bahan bakar gara-gara aturan larangan membeli solar menggunakan jeriken.

Baca: Petani dan Nelayan Boleh Beli BBM Subsidi Pakai Jeriken, Ini Syaratnya

”Ngeneiki lho, ameh kerjo raiso mlaku. Mesine mandek, terus piye terus (Begini lho, mau kerja malah tidak bisa jalan (traktornya, red). Mesinnya berhenti, terus bagaimana ini, red),” keluh pria berusia paruh baya dalam video itu.

Dia mengatakan, saat membeli menggunakan jeriken diminta pihak petugas SPBU untuk membawa surat keterangan dari desa.

Dia juga sempat menunjukkan surat yang didapatnya dari desa yang disebutnya untuk persyaratan izin pembelian BBM dengan jerigen.

Namun, setelah mendapatkan surat dari desa itu, ia tetap tak bisa mendapatkan keinginannya.

”Nek ndeso kon njaluk surat. Wes duwe surat ki lho, jek ra diwenei. Ijek ra diwenei terus piye? Ngeluhe nang sopo. Ape kerjo ora iso kerjo (Katanya disuruh ke Desa (Pemdes) untuk minta surat. Sudah punya surat, tetap tidak dikasih (solar, red). Begini terus mengeluhnya ke siapa? Mau kerja tidak bisa kerja),” imbuhnya.Warga yang tidak diketahui namanya itu sempat membanting jerigen sebelum menerangkan demikian.Video itu diberi keterangan sebagai berikut: “Piye to kih, mohon bantuannya bisa diviralkan ya teman2. Kasihan rakyat kecil seperti ini. #harusmengakukesiapa.”Murianews kemudian menelusuri video tersebut, Selasa (12/7/2022). Diketahui, petani tersebut bernama Darmuji, warga Dusun Doro, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan.Video tersebut diduga sengaja dibuat sebagai bentuk protes. Sebab, petani makin sulit karena larangan membeli solar menggunakan jeriken.”(Video) itu karena, biar orang kecil seperti ini nggak tertindas terus mas. Padahal cuma beli sedikit, tidak banyak gitu. (Pemerintah) harusnya bisa membedakan antara pembeli yang mau menjual kembali dan pengguna seperti bapak saya,” kata Nabila Khumairrah pengunggah video pada Murianews. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler