Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

MURIANEWS, Grobogan – Ratusan bonsai dipamerkan sekaligus dilombakan di kompleks Taman Kuliner Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan itu diselenggarakn selama 10 hari, (13-23/7/2022).


Pameran itu diselenggarakan kerja sama Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pemkab Grobogan.


Sebanyak 534 bonsai ikut pameran tersebut. Bonsai-bonsai itu dari ratusan penggemar bonsai Grobogan dan daerah sekitar.


Baca: Jangan Kaget! Bonsai Ficus Milik Kolektor Asal Sragen Ini Dibanderol Rp 1,3 Miliar

Ratusan tanaman itu dijajar rapi di halaman kompleks Taman Kuliner Purwodadi, tepatnya di lapangan basket.


Dimas Abimanyu, ketua panitia acara ini mengatakan, meskipun bertajuk pameran lokal, namun penggemar bonsai dari beberapa daerah sekitar banyak yang turut serta.


”Ada PPBI Soloraya, itu dari Karanganyar dan Sragen. Kemudian dari karesidenan Pati, ada dari Kudus, Blora, Rembang. Kemudian ada juga dari Demak, dan Boyolali,” kata Dimas, Selasa (19/7/2022).


Bonsai termurah, tutur Abimanyu, seharga sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Sedangkan, yang termahal mencapai Rp 400 juta.

Tidak hanya tanaman lokal, bonsai yang dipamerkan dan sekaligus dilombakan juga terdapat bonsai impor.

”Yang tanaman lokal ada serut, sisir, waru, lada, anting putri, dan santigi. Yang impor ada cherry barbodas, ficus elegant, sangsimbur, dan kimeng,” imbuhnya.

Ada dua kelas yang dilombakan dalam kontes tersebut, yakni kelas prospek dan kelas lanjut. Untuk kelas prospek yakni kelas bahan atau kelas dasar. Sedangkan, kelas lanjut yakni pohon yang sudah jadi.

”Selain dipilih dari juara itu juga ada juara favorit bupati, yang dipilih pada saat pembukaan pada Minggu (17/7/2022) kemarin. Pilihan bupati jenis anting putri,” tutupnya.

Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler