Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Bonsai cantik jenis kimeng yang dipamerkan di Kontes Bonsai Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menjadi daya tarik. Tanaman kecil itu menjadi yang termahal di antara ratusan bonsai dalam kontes tersebut.
Oleh pemiliknya, bonsai itu dipatok Rp 400 juta. Sebab, tanaman itu dinilai memiliki keistimewaan tersendiri.
”Ada yang nawar Rp 300 juta, tapi tidak dikasih. Ya memang harganya Rp 400 juta,” kata Arifin, Ketua Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Grobogan, Selasa (19/7/2022).
Baca: Ratusan Bonsai Dipamerkan di Grobogan
Arifin mengatakan bonsai itu sudah dirawat lebih dari 15 tahun oleh pemiliknya. Ia sendiri tertarik untuk memiliki bonsai itu dan mengaku rela menukar panther tuanya demi pohon kerdil itu.
”Istimewanya sudah menyerupai pohon yang di alam. Kurang lebih 15 tahun membuat pohon seperti itu,” kata Arifin.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Bonsai jenis Kimeng pada pameran dan kontes bonsai di kompleks Taman Kuliner Simpang Lima Purwodadi. (Murianews/Saiful Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Bonsai cantik jenis kimeng yang dipamerkan di Kontes Bonsai Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menjadi daya tarik. Tanaman kecil itu menjadi yang termahal di antara ratusan bonsai dalam kontes tersebut.
Oleh pemiliknya, bonsai itu dipatok Rp 400 juta. Sebab, tanaman itu dinilai memiliki keistimewaan tersendiri.
”Ada yang nawar Rp 300 juta, tapi tidak dikasih. Ya memang harganya Rp 400 juta,” kata Arifin, Ketua Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Grobogan, Selasa (19/7/2022).
Baca: