Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Anggaran sebesar Rp 1,4 miliar akhirnya dikucurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan, Jawa Tengah untuk menangani penyakit mulut dan kuku (PMK).

Dana sebesar itu digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana, khususnya untuk pengobatan pada ternak yang terpapar PMK.

Itu diungkapkan Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet), Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan Andreas Iwan Suseno.

Dikatakannya, anggaran Rp 1,4 miliar itu diambilkan dari dana tak terduga. Kendati nilainya lebih dari Rp 1 miliar, namun proses pengadaannya dilakukan secara penunjukan langsung (PL).

”Bisa PL karena ada Inmendagri mengenai penetapan darurat, kemudian penetapan wabah oleh Kementrian Pertanian, dan beberapa landasan lain. Berdasarkan Inmendagri itu, bisa menggunakan data BTT (Belanja Tidak Terduga) APBD,” tutur pria yang disapa Andre, Rabu (20/7/2022).

Baca: Disnakkan Grobogan Dapat Bantuan Sarpras Penanganan PMK
Baca: Disnakkan Grobogan Dapat Bantuan Sarpras Penanganan PMKRencananya, anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan obat sebesar Rp 993 juta. Kemudian, bahan medis habis pakai sebesar Rp 159 juta. Selain itu, untuk pengadanaan sarana prasarana seperti thermogun hingga coller box, serta operasional petugas dan relawan di lapangan.Andre memaparkan, anggaran sebesar itu diperkirakan mampu mengobati ternak terpapar PMK antara seribu hingga dua ribu ekor ternak. Namun itu, tergantung kondisi di lapangan yang dinamis.”Ada yang treatment sekali, dua kali membaik. Tapi ada juga yang sampai empat kali. Kalau hitung-hitungan per ekor susah, karena PMK bukan penyakit sekali sembuh,” imbuhnya. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler