Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Kretek teyeng atau jembatan besi karatan bekas rel kereta api yang menghubungkan Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari dengan Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah roboh, Kamis (21/7/2022).
Jembatan peninggalan masa penjajahan Belanda itu roboh sekitar pukul 03.00 WIB.
Kapolsek Kradenan, AKP Lamsir mengatakan, jembatan tersebut sudah lama tidak digunakan warga. Sebab, sudah dibangun jembatan baru di lokasi lain.
”Itu sudah tidak digunakan warga. Karena, di sebelah timur desa telah dibangun jembatan baru yang lebih aman,” kata Kapolsek.
Baca: Dibangun di Kolong Jembatan, Bangunan Liar di Grobogan Dibongkar
Kapolsek Wirosari, AKP Wibowo menambahkan, peyangga jembatan di sisi utara yang masuk wilayah Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari sudah ambrol beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Jembatan besi peninggalan Belanda yang menghubungkan Desa Dapurno Kecamatan Wirosari dengan Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, Grobogan, roboh, Kamis (21/7/2022). (Murianews/Istimewa Polsek Kradenan)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Kretek teyeng atau jembatan besi karatan bekas rel kereta api yang menghubungkan Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari dengan Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah roboh, Kamis (21/7/2022).
Jembatan peninggalan masa penjajahan Belanda itu roboh sekitar pukul 03.00 WIB.
Kapolsek Kradenan, AKP Lamsir mengatakan, jembatan tersebut sudah lama tidak digunakan warga. Sebab, sudah dibangun jembatan baru di lokasi lain.
”Itu sudah tidak digunakan warga. Karena, di sebelah timur desa telah dibangun jembatan baru yang lebih aman,” kata Kapolsek.
Baca: