Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Kemeriahan HUT RI ke 77 mulai terlihat, Kamis (4/8/2022). Emak-emak Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh, Grobogan pun tak mau ketinggalan.

Bukan untuk ikut lomba memasak sepeti yang biasa dilakoni. Emak-emak di sana justru membikin tim untuk ikut lomba sepak bola antar kampung alias tarkam.

Masing-masing tim ada enam perempuan. Mereka wajib bersepatu dan memakai kaus bernomor punggung.

Meski memakai seragam lengkap, di lomba itu emak-emak harus bermain dengan memakai daster selutut. Gelaran lomba pun menarik perhatian masyarakat setempat.

Waktu mainnya yakni 2x25 menit dengan menggunakan sepertiga lapangan sepakbola laki-laki. Permainan sepakbola pun dibikin kocak dengan iringan musik dangdut sepanjang pertandingan.

Baca: Kenalkan Biosaka, Ini yang Dilakukan Dinas Pertanian Grobogan

Yang bikin heboh, di sela pertandingan, panitia meminta peserta untuk berjoget. Penonton yang tak lain tetangga sendiri di sekitaran pun sebagian ikut berjoget hingga menyawer.

Kepala Desa Pilangpayung Rihantini mengatakan, ada delapan tim dari tujuh dusun yang mengikuti turnamen tarkam ini. Satu dusun yang warganya paling banyak dibagi dalam dua tim.”Babak penyisihan dilakukan sejak 31 Juli 2022 kemarin. Nanti finalnya tanggal 15 Agustus 2022,” ujar Kades yang juga turut menonton pertandingan.Rihantini berharap, dengan digelarnya kegiatan tahunan itu bisa mempererat hubungan antarwarga.”Harapannya dapat memupuk rasa persaudaraan antar warga desa, sekaligus memberikan hiburan yang menarik bagi masyarakat,” tambahnya.Tidak hanya peserta perempuan, turnamen tarkam itu juga mempertandingkan peserta laki-laki. Pertandingan digelar secara bergiliran, yakni sehari laki-laki dan sehari kemudian perempuan. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler