Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Aksi catwalk ala Citayam Fashion Week mewarnai Napak Tilas 155 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia di Stasiun Tanggung, Tanggungharjo, Grobogan, Rabu (10/8/2022).

Dengan berbusana gaya jadul tahun 1800-an, para pegawai PT KAI Daop IV Semarang berjalan layaknya seorang peraga busana. Beberapa pegawai perempuan tampak mengenakan pakaian ala noni Belanda.

Mereka berjalan bergantian di samping gerbong kereta, membelakangi gedung utama Stasiun Tanggung. Di titik “catwalk” sepanjang tujuh meteran itu, terdapat papan pameran foto-foto pembangunan kereta api pertama di Indonesia.

Aksi itu pun menarik perhatian awak media dan warga setempat yang hadir. Para awak media langsung mengabadikan gambar tersebut beramai-ramai. Awak media juga turut mengatur pose para pegawai agar fotogenik di kamera masing-masing.

Baca: Bupati Grobogan di Depan Pengurus PHRI: Jangan Lupa Bayar Pajak

Pesta Kostum itu menjadi agenda terakhir dari serangkaian acara Napak Tilas 155 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia.

Diketahui, Napak Tilas 155 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia di Stasiun Tanggung itu merupakan yang pertama digelar.Acara itu menjadi pengingat, bahwa Stasiun Semarang Tawang menuju Stasiun Tanggung merupakan rute pertama perjalanan kereta api di Indonesia.Kepala PT KAI Daop 4 Semarang Wisnu Pramudyo mengungkapkan akan terus merawat Stasiun Tanggung yang kini memang sudah masuk cagar budaya tersebut.”Kami akan terus merawat stasiun ini, karena menjadi saksi sejarah perjalanan penting perkeretaapian di Indonesia,” tutur Wisnu kepada awak media. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler