Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Seorang Perangkat Desa Karangrejo, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Andung Setiyo Yuwono, meninggal setelah mengikuti panjat pinang di desa setempat, Minggu (14/8/2022).

”Iya meninggal setelah pulang ke rumahnya. Menjabat Kaur Perencanaan di desa, usianya sekitar 30-an,” kata Kades Karangrejo Dwi Sri Astutik.

Sebelumnya, sempat muncul kabar jika yang bersangkutan meninggal ketika masih mengikuti lomba panjat pinang. Namun, kabar ini ditepis Kades Karangrejo.

Baca juga: Lomba Pitulasan di Saluran Irigasi Grobogan Undang Galak Tawa

Dwi menegaskan, perangkat desanya itu bukan meninggal setelah jatuh dari keikutsertaannya sebagai pemanjat pinang. Andung meninggal setelah pulang ke rumahnya di RT 01/RW 01, Dusun Juwono, Karangrejo.

”Dia sudah ikut naik dua kali, kemudian pamit ke teman-temannya, katanya badannya tidak enak, perutnya sakit. Kemudian pulang, mandi dengan kepalanya diguyur, kemudian masuk ke kamarnya,” imbuhnya.

Karena tak kunjung keluar dari kamar, orangtuanya pun menyambangi kamarnya. Orangtuanya menduga anaknya pingsan. Andung pun dibawa ke puskesmas setempat.

”Dikiranya semaput (pingsan), kemudian dari puskesmas diketahui Andung sudah tidak bernafas. Saya dapat kabar pukul 15.15 WIB,” paparnya.Dwi mengatakan, berdasarkan penuturan puskesmas, Andung masuk angin. Dia diduga kecapekan, karena selain sebagai peserta, Andung sebenarnya jugamerupakan panitia kegiatan 17-an tersebut.Lebih lanjut, Dwi mengaku sebenarnya sudah meminta agar yang bersangkutan tidak menjadi peserta, atau fokus menjadi panitia saja. Namun begitu, karena pelaksanaan panjat pinang itu ada di depan rumahnya, diduga Andung merasa tidak enak bila tak ikut memanjat.”Tadi pagi itu juga sudah ada lomba untuk anak-anak begitu. Dia sejak tadi malam itu tidak tidur, mengurusi pengairan. Jadi kemungkinan kelelahan, masuk angin,”  tutupnya.  Reporter: Saiful AnwarEditor: Dani Agus

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler