Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Akses ke Museum Lapangan atau Museum Situs Gajahan Sendang Gandri Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan disorot Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Menanggapi itu, Kades Banjarejo Ahmad Taufik mengatakan, akses jalan sepanjang 450 meter ke museum lapangan tersebut nantinya diperbaiki secara bertahap.

Untuk tahun depan, perbaikan dilakukan pada jembatannya terlebih dahulu. Anggaran pembangunan diusulkan melalui bantuan provinsi sebesar Rp 200 juta.

”Fokus ke jembatannya dulu. Akan diusulkan melalui bantuan provinsi Rp 200 juta,” kata dia.

Baca: Bupati Grobogan Soroti Akses ke Museum Lapangan Banjarejo

Diberitakan sebelumnya, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyoroti akses menuju ke Museum Lapangan atau Museum Gajahan Sendang Gandri Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

”Akses jalannya ini perlu menjadi perhatian bersama. Mobil kan tidak bisa masuk,” ujar Bupati usai meresmikan museum tersebut, Senin (15/8/2022).
”Akses jalannya ini perlu menjadi perhatian bersama. Mobil kan tidak bisa masuk,” ujar Bupati usai meresmikan museum tersebut, Senin (15/8/2022).Akses menuju Museum Gajahan Sendang Gandri, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan sendiri hanya berupa jalan setapak. Jalur itu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua atau pejalan kaki.Saat menuju lokasi itu, Bupati tampak dibonceng menggunakan sepeda motor. Jalan menuju ke lokasi masih berupa pematang sawah pada umumnya.Bila hujan deras, hampir dipastikan kendaraan bermotor pun tak bisa menuju ke lokasi. Sebab, akses ke lokasi yang dominan jalan tanah dibanding bebatuan akan becek hingga berlumpur.Jarak antara museum lapangan ke pemukiman warga terdekat sekitar 250 meter. Di situlah mobil bisa diparkir. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler