Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Tari angguk merupakan kesenian khas Kabupaten Grobogan. Kesenian itu menggambarkan tentang patriotisme prajurit yang gagah berani.

Dalam upacara HUT ke-77 RI di Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Rabu (17/8/2022), tari angguk ditampilkan.

Adalah para pelajar SMAN 1 Grobogan yang menampilkan tarian tersebut. Dengan menggenakan pakaian tradisional berwarna merah dan kuning, mereka menunjukan kebolehannya.

Camat Grobogan Prapti menyebut tari tersebut nyaris punah. Dengan ditampilkannya tari angguk dalam upacara HUT RI, ia berharap masyarakat mengetahui kesenian dan kebudayaan khas Grobogan.

”Kami berharap seni budaya tari ini dalam momentum HUT ke-77 RI ini bisa tersosialisasikan kepada masyarakat,” ungkap Camat.

Baca: Puluhan Pelajar di Grobogan Ikut Selamatkan Kesenian Tari Angguk dari Ancaman Kepunahan

Menurut dia, tari tersebut penting diketahui oleh generasi muda masa kini. Sebab, tari itu nyaris tidak dikenali oleh warga Grobogan.
Menurut dia, tari tersebut penting diketahui oleh generasi muda masa kini. Sebab, tari itu nyaris tidak dikenali oleh warga Grobogan.”Tarian yang menjadi salah satu khas Grobogan ini diharapkan setelah diketahui, kemudian dipelajari dan diuri-uri kelestariannya,” paparnya.Salah satu penari Angguk, Karina mengatakan, tarian yang dibawakannya tersebut menggambarkan prajurit yang gagah dan berani. Dia mengaku butuh waktu berlatih selama seminggu bersama teman-temannya.”Tarinya ini menggambarkan prajurit dengan keberanian. Latihannya seminggu, sebetulnya susah. Tapi karena temannya banyak jadi lebih mudah,” kata Karina.Untuk diketahui, digelarnya upacara HUT RI di lapangan ini menjadi pertama kalinya sejak masa pandemi Covid-19. Pada dua tahun sebelumnya, upacara digelar dengan sangat sederhana dengan protokol kesehatan yang ketat. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler