Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Adanya dugaan kampanye kelompok lesbian gay biseksual dan transgender (LGBT) di Karnaval Pembangunan Grobogan 2022 disebut sudah dicegah lebih awal.

Ketua Penyelenggara Karnaval Tondi Sumarjaka membenarkan adanya peserta tersebut. Ia menyebut, saat mendaftarkan diri, mereka mengaku sebagai kelompok musik.

”Iya, itu dari peserta umum. Pada saat mendaftar, sebagai kelompok musik,” katanya.

Baca: Disayangkan, Ada LGBT di Karnaval Pembangunan Grobogan

Kejadian itu pun akan menjadi bahan evaluasinya ke depan. Ia berjanji, ke depan bakal melakukan mencegah sejak dilakukan technical meeting (TM).

”Pada tahun-tahun berikutnya akan ditekankan pada saat TM agar sesuai dengan identitasnya dan tidak melanggar norma,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, adanya kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang diduga ikut dalam Karnaval Pembangunan Grobogan 2022 disayangkan.

Salah satunya datang dari mantan anggota DPRD Kabupaten Grobogan, Amin Rois Abdul Ghoni. Ia menyebut ada peserta yang seolah-olah menjadikan karnaval itu menjadi kampanye LGBT.Politis PKS itu pun menyesalkan kejadian itu. Bahkan, ia menyebut komentar MC karnaval yang seolah mendukung penampilan peserta itu.Menurutnya, seharusnya peserta harus menampilkan sesuatu yang sesuai tema, yakni ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’. Dia pun meminta panitia mencegah adanya peserta tidak sesuai norma itu.”Ya peserta (harus) sesuai tema, kemudian semangat patriot. Hindari yang tidak sesuai norma, karena warga yang hadir dari anak sekolah sampai dewasa,” paparnya.Dia pun meminta agar kejadian itu tak terulang pada penyelenggaraan berikutnya. Ia mengaku lupa nama pesertanya, namun dia memastikan peserta itu bukan dari OPD. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler