Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi diisukan naik, Kamis (1/9/2022). Namun, faktanya hingga kini, belum ada keputusan kenaikan harga BBM.

Terkait isu itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni mewanti-wanti warganya agar tidak panik buying dengan adanya kabar tersebut. Apalagi, jika sampai melakukan tindakan ilegal, yakni menimbun BBM.

”Kenaikan BBM ini belum tentu. Saya mengimbau kepada masyarakat untuk jangan menimbun lah. Itu malah merugikan diri sendiri,” ujar Sri Sumarni.

Sri meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dengan mengantre membeli BBM di SPBU jelang waktu kenaikan BBM.

Baca: Kabar Terbaru dari Jokowi Soal kenaikan BBM Bersubsidi

”Kenaikannya juga tidak tahu. Jangan sampai mengantre panjang seperti di kabupaten lain,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Murianews pada Rabu (31/8/2022) kemarin, sejumlah SPBU di Grobogan memang dipadati kendaraan yang akan mengisi BBM.

Antrean bahkan mengular hingga ke jalan raya. Antara lain terjadi di SPBU Jalan R Soeprapto dan SPBU Sukorejo, Toroh.
Antrean bahkan mengular hingga ke jalan raya. Antara lain terjadi di SPBU Jalan R Soeprapto dan SPBU Sukorejo, Toroh.Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setyawan mengatakan, pemerintah daerah telah bersiap diri untuk menyambut naiknya BBM.”Kami, dari pemerintah daerah sudah merapatkan barisan menyusul isu naiknya BBM. Intinya adalah penguatan di koordinasinya,” kata dia.Pria yang disapa Danis itu menyebut, Pemda telah memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tim itulah yang bertanggung jawab distribusi dan pengadaan stok barang.”Kami punya TPID, di situ nanti terkait dengan distribusi dan stok barang dipersiapkan sebaik-baiknya. Diinformasikan dari Pertamina, untuk stok Pertalite dan Solar masih mencukupi untuk Grobogan,” imbuhnya.Danis meminta agar masyarakat tidak perlu panik menanggapi isu naiknya BBM. Menurutnya, kenaikan harga merupakan mekanisme pasar yang biasa. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler