Orator Demo BBM di Grobogan Diseret Lurahnya ke Kantor Polisi
Saiful Anwar
Jumat, 2 September 2022 17:43:22
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Salah satu orator dalam aksi demo tolak kenaikan harga BBM di depan DPRD Grobogan, Jumat (2/9/2022) dibawa paksa ke Polsek Purwodadi. Orator itu yakni Wachid.
Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan (STAIG) itu dibawa oleh Lurah Kuripan, Purwodadi, Suwignyo.
Wachid dibawa sesaat setelah memegang megaphone, hendak berorasi. Dia dibawa menjauh sekitar 30 meter dari kerumunan aksi.
Sempat terjadi adu mulut antara sejumlah peserta aksi dengan Suwignyo. Peserta aksi meminta sang Lurah segera membebaskan rekannya itu.
Baca: Tolak Harga BBM Naik, Puluhan Warga Grobogan Gelar Aksi di Depan DPRD
Sedangkan, Lurah yang bertopi hitam itu tetap bersikukuh membawa Wachid. Wachid yang juga tenaga harian lepas (THL) itu disebut sudah dua pekan tidak ngantor.
”Biarkan ini melanjutkan aksi dulu, Pak,” kata Umar, salah satu peserta aksi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Wachid (bawah berkacamata), peserta demonstrasi di depan DPRD Grobogan dibawa paksa Lurah Kuripan, Purwodadi (kiri bermasker), Jumat (2/9/2022). (Murianews/Saiful Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Salah satu orator dalam aksi demo tolak kenaikan harga BBM di depan DPRD Grobogan, Jumat (2/9/2022) dibawa paksa ke Polsek Purwodadi. Orator itu yakni Wachid.
Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan (STAIG) itu dibawa oleh Lurah Kuripan, Purwodadi, Suwignyo.
Wachid dibawa sesaat setelah memegang megaphone, hendak berorasi. Dia dibawa menjauh sekitar 30 meter dari kerumunan aksi.
Sempat terjadi adu mulut antara sejumlah peserta aksi dengan Suwignyo. Peserta aksi meminta sang Lurah segera membebaskan rekannya itu.
Baca: