Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Lagi mencari lowongan kerja? Pemkab Grobogan bakal menggelar job fair atau bursa kerja. Ada 12 ribu lowongan kerja dari 30 perusahaan di Grobogan dan sekitarnya disediakan.

Bursa kerja itu diselenggarakan hanya dua hari, Selasa dan Rabu (6-7/9/2022). Kegiatan digelar di Gedung Wisuda Budaya, Jalan R Soeprapto Purwodadi.

Kepala Disnakertrans Grobogan Teguh Harjokusumo berharap, dengan terselenggaranya job fair ini akan menambah jumlah penempatan tenaga kerja dan mengurangi jumlah pengangguran.

Baca: Diresmikan Bupati, PT Sai Grobogan Butuh Ribuan Pekerja

”Job fair ini gratis. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan pekerjaan untuk mengikuti bursa kerja ini,” ujar Teguh, Sabtu (3/9/2022).

Teguh memaparkan, pada 2020 hingga 2021, jumlah pencari kerja yang terdaftar sebanyak 13.711 orang.

Pencari kerja tersebut didominasi lulusan SLTA sebesar 75,71 persen, kemudian SLTP sebesar 15,84 persen, dan lulusan perguruan tinggi sebesar 3,71 persen. Sisanya yakni diploma dan lulusan sekolah dasar.
Pencari kerja tersebut didominasi lulusan SLTA sebesar 75,71 persen, kemudian SLTP sebesar 15,84 persen, dan lulusan perguruan tinggi sebesar 3,71 persen. Sisanya yakni diploma dan lulusan sekolah dasar.”Dari jumlah pencari kerja tersebut, hanya 3.091 orang atau 22,54 persen yang ditempatkan. Masih ada 77,46 persen pencari kerja yang belum ditempatkan,” tambahnya.Selain itu, dari total 7.411 lowongan kerja yang tersedia, baru terisi 41,71 persen. Dengan demikian, kebutuhan kerja dari perusahaan belum terpenuhi.”Permasalahan ini disebabkan karena beberapa hal. Antara lain jenis ketrampilan pencari kerja tidak sesuai dengan jenis keterampilan yang diprasyaratkan pengguna,” paparnya.Kemudian, jenis jabatan yang ditawarkan oleh pengguna kurang diminati oleh pencari kerja. Masalah lainnya yakni pencari kerja menghendaki yang instan, yakni jabatan dan upah yang tinggi. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler