Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Festival Jerami Banjarejo, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah bakal kembali digelar. Rencananya, festival diselenggarakan 30 September hingga 9 Oktober 2022.
Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik menjelaskan, konsep tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. Kali ini mengambil tema peradaban nusantara dari beberapa masa kehidupan.
”Jadi, warga membuat karya seni dari jerami sesuai dengan masanya. Ada masa prasejarah, masa kerajaan, masa penjajahan, masa kemerdekaan, dan masa sekarang,” terang Taufik, Rabu (7/9/2022).
Sebagai contoh untuk masa prasejarah, warga bisa membuat replika gajah purba, kerbau purba, dan segala hal yang berhubungan dengan masa itu. Adapun jumlah karya seni jerami itu nantinya, diperkirakan mencapai 30 sampai 40 buah.
Baca: Hasil Pemeriksaan Permen Diduga Beracun di Grobogan Belum Keluar
Dalam festival itu juga nantinya ada sejumlah hiburan. Konser musik salah satunya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Para pengunjung memadati penyelenggaraan festival jerami yang diselenggarakan Pemerintah Desa Banjarejo. (Murianews/Dani Agus)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Festival Jerami Banjarejo, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah bakal kembali digelar. Rencananya, festival diselenggarakan 30 September hingga 9 Oktober 2022.
Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik menjelaskan, konsep tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. Kali ini mengambil tema peradaban nusantara dari beberapa masa kehidupan.
”Jadi, warga membuat karya seni dari jerami sesuai dengan masanya. Ada masa prasejarah, masa kerajaan, masa penjajahan, masa kemerdekaan, dan masa sekarang,” terang Taufik, Rabu (7/9/2022).
Sebagai contoh untuk masa prasejarah, warga bisa membuat replika gajah purba, kerbau purba, dan segala hal yang berhubungan dengan masa itu. Adapun jumlah karya seni jerami itu nantinya, diperkirakan mencapai 30 sampai 40 buah.
Baca: