Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Kasus bocah jadi korban penjambretan yang diduga dilakukan seorang emak-emak di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah diselidiki polisi.

Anggota Polsek Wirosari, Polres Grobogan sudah mendatangi korban, Tia, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Kedatangan polisi untuk membuatkan laporan.

”Sudah kami datangi dan kami buatkan laporan pengaduan," ujar Kapolsek Wirosari AKP Wibowo, Sabtu (10/9/2022).

Meski begitu, kata Wibowo, yang bersangkutan belum datang ke Polsek. Pihaknya pun masih menunggu pihak keluarga agar mendatangi polsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

”Yang bersangkutan belum datang ke Polsek untuk dimintai keterangan. Kemarin sudah kami beritahu, tapi ditunggu tidak datang juga,” imbuhnya.

Baca: Berkat Ini, Desa Banjarejo Grobogan Juara Lomba Video IJTI

Tidak sampai di situ, Wibowo menerangkan, pihaknya akan mengundang lagi yang bersangkutan melalui perangkat desa setempat.

”Kalau tidak juga datang. Kami berikan undangan lewat perangkat desa,” kata dia.Diberitakan sebelumnya, video bocah perempuan bernama Tia, asal Sambirejo, Wirosari, viral di media sosial Facebook. Dalam video berdurasi 2 menit 46 detik itu tampak sang bocah menangis tersedu-sedu menceritakan hilangnya kalung yang dimilikinya.Bocah itu bercerita bahwa kalung yang hilang itu diambil seorang emak-emak yang mengaku akan menjemputnya. Si perempuan itu mengaku menjemput sang bocah atas perintah ibu korban.Sebelum mengambil kalung seberat 3 gram itu, emak-emak itu lebih dulu mengajak korban berkeliling untuk membeli mi ayam.Bukannya sampai di tempat mi ayam, dia justru dikembalikan lagi ke sekolah dalam keadaan kalungnya sudah hilang. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler