Oknum Kades di Grobogan Diduga Tenggak Miras di Mobil, Ini Klarifikasinya
Saiful Anwar
Jumat, 23 September 2022 13:03:03
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Oknum Kepala Desa (Kades) Saban, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan Fahrucin memberikan klarifikasinya terkait video viral dirinya diduga menenggak miras di dalam mobil.
Kepada Murianews, Jumat (23/9/2022) siang, Kades Fahrudin mengaku botol miras itu dalam kondisi kosong.
”Itu botol kosong, Mas. Saya lagian ndak pernah doyan minuman (minuman keras, red).” ujarnya.
Sementara, ditanya terkait waktu kejadian itu, Kades menyebut sudah lama. Sekitar dua tahun lalu.
”Dah lama. Dua tahunan,” imbuhnya.
Baca: Viral Oknum Kades di Grobogan Diduga Tenggak Miras di Mobil
Meski begitu, dia enggan menjelaskan tujuan perjalanannya ketika itu. Dia hanya menjelaskan identitas sopir yang merekamnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kades Saban Fahrudin (Murianews/Saiful Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Oknum Kepala Desa (Kades) Saban, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan Fahrucin memberikan klarifikasinya terkait video viral dirinya diduga menenggak miras di dalam mobil.
Kepada Murianews, Jumat (23/9/2022) siang, Kades Fahrudin mengaku botol miras itu dalam kondisi kosong.
”Itu botol kosong, Mas. Saya lagian ndak pernah doyan minuman (minuman keras, red).” ujarnya.
Sementara, ditanya terkait waktu kejadian itu, Kades menyebut sudah lama. Sekitar dua tahun lalu.
”Dah lama. Dua tahunan,” imbuhnya.
Baca: