Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Bencana angin kencang yang menyapu sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan tak hanya merobohkan bangunan SDN 2 Jono, Kecamatan Tawangharjo. Puluhan rumah di sejumlah kecamatan juga rusak usai diterjang angin kencang.

Data yang dihimpun, ada tiga kecamatan yang terdampak bencana angin kencang pada Minggu (9/10/2022) itu. Tiga kecamatan yang dimaksud yakni Ngaringan, Tawangharjo, dan Toroh.

Di Kecamatan Ngaringan, bencana terjadi di Desa Sumberagung. Setidaknya ada 11 rumah yang mengalami rusak ringan hingga sedang.

Kemudian di Kecamatan Tawangharjo. Selain merobohkan satu bangunan SDN 2 Jono, sejumlah rumah di Desa Jono juga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Baca: Gedung SDN 02 Jono Grobogan Roboh Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Lalu di Kecamatan Toroh, angin kencang menyapu Desa Pilangpayung. Ada 18 rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Lalu di Kecamatan Toroh, angin kencang menyapu Desa Pilangpayung. Ada 18 rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.”Di Pilangpayung, selain rumah yang rusak ringan hingga sedang, juga ada pohon roboh menghalangi akses jalan. Pohon roboh juga terjadi di Desa Sindurejo, Toroh, tepatnya pohon jati menimpa bangunan bagian belakang SDN 6 Sindurejo,” kata Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih melalui Kasi Kedaruratan Masrikan, Senin (10/10/2022).Masrikan menambahkan, pohon tumbang juga sempat menutupi akses utama Dusun Sumurgung, Desa Pilangpayung. Namun, per Senin pagi tadi, pohon telah dievakuasi dan jalan kembali bisa digunakan.”Tim yang terlibat dalam evakuasi, selain BPBD sendiri, juga ada dari pramuka serta unsur TNI-Polri,” tandasnya. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler