Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Kasus bocah tenggelam di Masterpark Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ditindaklanjuti oleh Polres Grobogan. Sejauh ini sejumlah orang telah diperiksa.

Itu diungkapkan Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi pada awak media.

”Sudah dilakukan pemeriksaan, kemarin tanggal 10 (Senin, 10 Oktober 2022),” ujar Kapolres, di Mapolres Grobogan, Rabu (12/10/2022).

Kapolres menyebut, pihaknya mengecek berdasarkan tanggungjawab pihak guru serta petugas. Selain itu, pihaknya juga mengecek keamanan di sekitar kolam renang.

”Kami cek TKP dan sebagainya. Kami cek berdasarkan tanggungjawab dari guru atau petugas, maupun sekitaran kolam renang maupun safety-nya,” paparnya.

Baca: Bocah 8 Tahun Tewas Diduga Tengelam di Masterpark Purwodadi Grobogan

Kasatreskrim AKP Afiditya Arief Wibowo yang mendampingi Kapolres menyatakan, pihaknya lebih menyoroti dari sisi kelalaian terkait pengawasan pada anak-anak.

Meski begitu, berdasarkan keterangan yang didapatnya, bocah yang jadi korban tenggelam tersebut disebut proaktif.

”Anak ini orangnya aktif. Lari-larian di tepi kolam. Tidak ada yang tahu, pelatih atau guru juga tidak melihat, karena yang lain pada makan. Kemudian ditemukan si anak terapung,” kata dia.Kasatreskrim menambahkan, pihaknya bakal mendalami kasus tersebut. Namun, menurutnya, satu atau dua guru yang mendampingi disebutnya tidak mungkin mengawasi seluruh anak.”Di sini, kami juga harus melihat, satu atau dua guru tidak mungkin mengawasi seluruh anak. Ini akan kami kembangkan ke pihak keluarga, yang jelas ini kami dalami,” paparnya.Meski begitu, pihaknya belum mengetahui jumlah anak yang mengikuti les dalam kejadian tenggelamnya bocah tersebut pada Senin (10/10/2022).Selain itu, kerkait keberadaan CCTV, pihaknya juga tidak menjawab dengan tegas. ”Belum (diperiksa, red), masih cari CCTV,” kata dia.Murianews telah menghibungi Lina, dari pihak Hotel Grand Master selaku pengelola wisata Masterpark, namun hingga berita ini ditulis belum ada respon. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler