Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Sampah yang menumpuk di belakang Pasar Induk Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dikeluhkan warga. Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhirnya mengangkut sampah itu, Senin (24/10/2022).

Tumpukan sampah itu dikeluhkan warga melalui sebuah grup Facebook sehari sebelumnya.

”Semakin hari semakin parah… pembuangan sampah di psr pwdd (Pasar Induk Purwodadi)…” ujar akun Fel***** di grup INFO GROBOGAN UPDATE.

Kasi Penanganan Sampah DLH Grobogan Noer Rochman mengatakan, tumpukan sampah yang sebelumnya tak terangkut itu karena petugas sampah di Pasar Induk Purwodadi sakit.

”Petugasnya sakit, sejak Jumat (21/10/2022) tidak masuk. Selama ini kan dia yang memasukkan ke kontainer,” ujar Noer Rochman.

Baca: Truk Pengangkut Tenda HSN Terperosok di Lubang Drainase Alun-Alun Purwodadi

Dia menjelaskan, selama ini memang ada petugas dari pihak Pasar Induk yang menaruh ke kontainer. Sedangkan, petugas DLH mengangkut kontainer itu.”Hari ini tadi diberitahu pihak Pak Eko dari pasar (Eko Ary Kristanto, Kepala UPTD Pasar Wilayah Tengah, red), katanya minta bantuan tenaga untuk mengatasi. Akhirnya tadi kami bantu tenaga,” imbuhnya.Pantauan Murianews, sampah yang sebelumnya menumpuk itu telah diangkut oleh petugas. Sekitar pukul 10.00 WIB, pengangkutan sampah ke truk sudah hampir selesai.Tumpukan sampah itu memang menimbulkan bau yang tidak sedap. Sebab, berbagai macam jenis sampah bercampur menjadi satu. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler