Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Pelataran Masjid Ki Ageng Selo di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah direnovasi. Renovasi itu tetap mempertahankan seni dan keasliannya.
Juri Kunci Makam Ki Ageng Selo, Abdul Rokhim menyatakan, pada undakan atau anak tangga paling bawah masjid tersebut selama ini kurang terlihat.
Untuk itu, dia menurunkan ketinggian lantai pelataran hingga belasan sentimeter. Tujuannya agar undakan paling bawah lebih terlihat.
”Idealnya 20 cm, tapi ini hanya saya turunkan 15 cm. Untuk menjaga seninya, agar undakan paling bawah terlihat sebagai tangga, jadi kelihatan seninya,” ujarnya.
Baca: 17 ASN di Grobogan Mundur dari Seleksi Panwascam
Luas paving di halaman masjid yang direnovasi sekitar 80 meter persegi. Proses renovasi juga memiringkan pelataran. Dengan begitu, ketika hujan, air langsung mengalir ke garis batas luar halaman.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pekerja merenovasi paving di halaman masjid Ki Ageng Selo, di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Jateng, Selasa (25/10/2022). (Murianews/Saiful Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Pelataran Masjid Ki Ageng Selo di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah direnovasi. Renovasi itu tetap mempertahankan seni dan keasliannya.
Juri Kunci Makam Ki Ageng Selo, Abdul Rokhim menyatakan, pada undakan atau anak tangga paling bawah masjid tersebut selama ini kurang terlihat.
Untuk itu, dia menurunkan ketinggian lantai pelataran hingga belasan sentimeter. Tujuannya agar undakan paling bawah lebih terlihat.
”Idealnya 20 cm, tapi ini hanya saya turunkan 15 cm. Untuk menjaga seninya, agar undakan paling bawah terlihat sebagai tangga, jadi kelihatan seninya,” ujarnya.
Baca: