Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Buku yang diterbitkan Hanum Publisher pada 2022 itu direncanakan berseri. Di seri pertama sendiri ada 80 jenis kuliner ikonik Indonesia yang dikupas. Buku setebal 400 halaman itu dicetak terbatas.

Asti mengatakan, setiap tulisan dalam buku tersebut mengulas jejak sejarah kuliner. Ia mendapatkan data terkait kuliner tersebut dari observasi, wawancara, dan riset pustaka. Karya dalam buku yang ditulisnya itu sendiri pernah dimuat di pelbagai media online.

’’Ada yang murni saya peroleh dari wawancara sejumlah narasumber,’’ ungkap Asti saat ditemui di rumahnya, Desa Bugel RT 02 RW 09, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (29/10/2022).

Baca: Ribuan Formasi PPPK di Grobogan Segera Dibuka

Pria yang juga Ketua Bidang Pengembangan Potensi Daerah dan Jejaring Ekonomi Kreatif Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Grobogan mengaku dirinya tertarik menulis tentang kuliner karena ternyata ada jejak sejarah panjang di balik terciptanya suatu makanan.
Pria yang juga Ketua Bidang Pengembangan Potensi Daerah dan Jejaring Ekonomi Kreatif Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Grobogan mengaku dirinya tertarik menulis tentang kuliner karena ternyata ada jejak sejarah panjang di balik terciptanya suatu makanan.’’Jadi kuliner tidak sekadar soal cita rasa. Tapi di baliknya ada jejak sejarah yang panjang dan menarik ditelusuri, nilai-nilai filosofis, dan kreativitas leluhur tempo dulu. Bagaimana, mereka menciptakan  pelbagai masakan yang hingga hari ini dapat kita nikmati, yang diolah dari bahan pangan lokal,’’ paparnya.Untuk seri kedua, ia menyatakan belum tahu ada berapa jenis kuliner yang akan ditulisnya. Hanya saja, kuliner-kuliner itu haruslah memenuhi kriteria, antara lain merupakan kuliner pusaka warisan leluhur dari segenap penjuru Nusantara, yang patut di-uri-uri dan nilai-nilai filosofisnya dapat diwariskan kepada generasi muda saat ini. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler