Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Angka itu diketahui naik perlahan-lahan sejak beberapa pekan terakhir. Dalam data 21 Oktober 2022, kasus aktif ada sebanyak 31 kasus. Kemudian, pada 24 Oktober 2022, angka kasus aktif naik lagi menjadi 40 kasus.
Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan, Djatmiko, naiknya kasus Covid-19 turut dipengaruhi perubahan cuaca yang ekstrim.
’’Biasanya, Agustus, September, Oktober, November, ada perubahan cuaca. Cenderung intens hujannya, terus terjadi perubahan suhu yang ekstrim, biasanya angka kesakitan di masyarakat juga naik,’’ papar Djatmiko, Rabu (2/11/2022).
Selain itu, pada momentum yang sama, masyarakat kini sudah bebas tidak memakai masker di keramaian. Dengan berbaurnya manusia itu, menurutnya bisa menyebabkan infeksi.
Baca: Catat! Seleksi PPPK Guru di Grobogan Dibuka
’’Otomatis berbaurnya manusia bisa menyebabkan infeksi,’’ imbuh Djatmiko yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Grobogan itu.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



