Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam buku Riwayat Kuliner Indonesia: Asal-usul, Tokoh, Inspirasi, dan Filosofi karya Badiatul Muchlisin Asti menyatakan makanan ini populer sejak sekitar awal 2000-an.

’’Banyaknya tamu yang hadir, menjadikan kuah masakan ini diperbanyak, agar semua kebagian. Dari sinilah, disinyalir nama becek berasal,” tulis Asti.

Baca: Sama-Sama Bernama Sayur Becek, Ini Bedanya di Grobogan dan Tulungagung

Asti, penulis asli Grobogan itu menyebut nama Becek merujuk pada kondisi jalan seusai hujan.

’’Becek berarti berair. Biasanya untuk menunjukkan kondisi jalanan seusai hujan. Kuah yang banyak ibarat becek atau penuh air sehingga masakan ini dinamakan becek,’’ lanjutnya.

Becek sendiri merupakan makanan berkuah dengan bahan utama iga sapi. Adapun bumbu yang digunakan yakni bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan cabai.

Kuah Becek bercitarasa asam berasal dari daun kedondong dan daun dayakan. Namun, belakangan ini daun dayakan sudah sulit ditemukan. Rasa asam pada Becek pun hanya mengandalkan daun kedondong saja.

Baca: Usai Opor, Yuk Berburu Nasi Becek
Baca: Usai Opor, Yuk Berburu Nasi BecekSayur Becek biasa disajikan dengan nasi putih. Kemudian, sebagai pelengkap biasanya ditambah dengan kering tempe, oseng cabai hijau, dan kacang tolo.Kuah yang bening pada Becek memiliki rasa segar, gurih, asem, dan pedas. Becek biasanya dinikmati sebagai makan siang.Seiring waktu, dari yang semula hanya sajian pada hajatan, Becek kini dapat ditemui di banyak warung makan di Grobogan.Beberapa di antaranya yakni RM Spesial Becek Bu Yati di Sukorejo, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh; WM Mbak Ping di kompleks pertokoan depan Pasar Purwodadi; dan Warung Sedep Yanto Ganjar di Jalan Purwodadi-Blora, Desa Getasrejo, Grobogan.Selain itu, menu Becek juga dapat ditemui di Kedai Cangkir Noroyono di Jalan Siswomiharjo, Purwodadi serta Warung 45 depan Kantor Pos Purwodadi. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler