Sayur Becek, Sajian Hajatan Khas Grobogan yang Ngangenin
Saiful Anwar
Jumat, 11 November 2022 13:36:20
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dalam buku Riwayat Kuliner Indonesia: Asal-usul, Tokoh, Inspirasi, dan Filosofi karya Badiatul Muchlisin Asti menyatakan makanan ini populer sejak sekitar awal 2000-an.
’’Banyaknya tamu yang hadir, menjadikan kuah masakan ini diperbanyak, agar semua kebagian. Dari sinilah, disinyalir nama becek berasal,” tulis Asti.
Baca: Sama-Sama Bernama Sayur Becek, Ini Bedanya di Grobogan dan Tulungagung
Asti, penulis asli Grobogan itu menyebut nama Becek merujuk pada kondisi jalan seusai hujan.
’’Becek berarti berair. Biasanya untuk menunjukkan kondisi jalanan seusai hujan. Kuah yang banyak ibarat becek atau penuh air sehingga masakan ini dinamakan becek,’’ lanjutnya.
Becek sendiri merupakan makanan berkuah dengan bahan utama iga sapi. Adapun bumbu yang digunakan yakni bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan cabai.
Kuah Becek bercitarasa asam berasal dari daun kedondong dan daun dayakan. Namun, belakangan ini daun dayakan sudah sulit ditemukan. Rasa asam pada Becek pun hanya mengandalkan daun kedondong saja.
Baca: Usai Opor, Yuk Berburu Nasi Becek
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



