Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Itu diungkapkan Kasi Haji dan Umrah Kemenag Grobogan Rois Kamdani, Sabtu (12/11/2022). Ia menyebut ada bermacam alasan mereka mengundurkan diri.
Adapun alasannya, karena sudah meninggal dunia, faktor ekonomi, dan masa tunggu yang lama. Kepada mereka yang mengundurkan diri, uang pendafataran pun dikembalikan 100 persen.
’’Ya dikembalikan 100 persen,’’ lanjutnya.
Baca: Alasan Ekonomi Dominasi Pengunduran Diri Calon Haji di Boyolali
Rois menyebutkan, masa tunggu haji di Grobogan kini mencapai 32 tahun. Dengan kata lain, jika mendaftar tahun ini, diperkirakan berangkat sekitar tahun 2050.
’’Antreannya paling lama 32 tahun. Jadi kalau daftar sekarang, kira-kira baru berangkat tahun 2050-an,’’ imbuhnya.
Sementara, jumlah total antrean haji di Grobogan mencapai 32 ribu orang. Rois mengatakan, rata-rata per hari ada 5-15 pendaftar. Sedangkan, per bulannya, rata-rata ada 200-300 orang mendaftar haji.
Baca: Kemenang Catat 115 Calon Haji Asal Boyolali Mengundurkan Diri
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



