Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam agenda tersebut, lebih dari 100 orang hadir. Mereka dari kalangan pelajar, klub motor, hingga bengkel.

Untuk narasumber selain dari Polres, turut hadir perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Satpol PP, dan Jasa Raharja.

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Deni Eko Prasetyo mengatakan, dengan agenda tersebut, harapannya masyarakat ikut serta aktif untuk mencegah terjadinya balap liar. Pihaknya mengundang siswa, pihak sekolah, stake holder agar lebih mengetahui tentang bahaya balap liar.

Baca:Cuaca Ekstrem, Warga Grobogan Diminta Waspada Korsleting Listik

’’Sebagaimana diketahui, ada beberapa titik di kota yang sering dijadikan arena balap liar di Grobogan. Rata-rata (pelakunya) usia produktif, SMA hingga mahasiswa. Balap liar ini berbahaya dan tidak ada gunanya,’’ kata Kasatlantas.

Wakapolres Kompol Samsu Wirman menyatakan, balap liar menjadi salah satu penyebab kecelakaan. Pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya untuk mencegahnya, tidak hanya balap liar, namun juga persoalan lalu lintas secara umum.
Wakapolres Kompol Samsu Wirman menyatakan, balap liar menjadi salah satu penyebab kecelakaan. Pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya untuk mencegahnya, tidak hanya balap liar, namun juga persoalan lalu lintas secara umum.’’Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurai permasalahan lalu lintas di Grobogan. Mulai dari pembuatan spanduk, imbauan, sosialisasi, pembinaan, rekayasa lalu lintas, hingga yang terakhir penegakan hukum,’’ paparnya.Dalam kesempatan tersebut, Dimas, salah satu siswa SMA di Grobogan bertanya mengenai bagaimana cara mencegah para remaja yang diberi fasilitas orangtuanya memodif motornya untuk balap liar.Pertanyaan itu pun dijawab oleh Kasi SMK pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Budhi Eviani Herliyanto. Eviani menyatakan, pada akhirnya hal itu menjadi kesadaran masing-masing, bahwa ada batas-batas tertentu yang tidak boleh dilanggar.https://youtu.be/ESEvVNRPqO0Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler