Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lurah Grobogan Sry Suarniningsih pun berharap ada perubahan kebijakan dari instansi terkait yang didukung perubahan perilaku masyarakat.

Perempuan yang disapa Ning itu mengatakan, salah satu penyebab banjir karena pegunungan yang mengalirkan air ke wilayahnya sudah gundul. Dia pun mengusulkan agar pegunungan tidak ditanami jagung.

Baca: Salut, Tukang Becak di Grobogan Galang Dana Bantu Korban Gempa Cianjur

’’Perhutani, alasnya (hutannya, res) jangan alih fungsi jagung. Alas gundul, banyu los (hutan gundul, air mengalir lepas, red),’’ kata Ning, Sabtu (10/12/2022).

Menurut Ning, apabila hutan sudah mampu menahan air hujan, masyarakat juga harus meningkatkan kesadaran agar tidak membuang pelepah pisang di sungai. Sebab, pelepah pisang yang dibuang di sungai menyumbat aliran air.

’’Saya mengimbau ke masyarakat agar tidak membuang pelepah pisang ke sungai. Jangan hanya diambil pisangnya, kemudian pelepahnya dibuang begitu saja ke sungai,” paparnya.

Ning menyebut, banjir di wilayahnya biasanya kiriman air dari wilayah Kecamatan Grobogan bagian atas seperti Desa Lebengjumuk, Sumberjatipohon, dan Sedayu. Meski banjir tak berlangsung lama, namun tetap saja merepotkan.
’’Banjir semalam sudah surut. Paling sekitar dua jam banjirnya,’’ kata dia.Sebelumnya diberitakan, Kelurahan Grobogan banjir pada Sabtu (9/12/2022) malam. Banjir turut menggenangi lebih dari 100 rumah warga setempat.Banjir setinggi 60 cm itu juga membuat pertigaan Ketapang tak bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Jalan yang menghubungkan Grobogan dengan Kudus dan Pati itu pun sempat ditutup sementara. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler