Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolsek Brati AKP I Ketut Sudiarta mengatakan, korban diketahui bernama Rahardi Yani Susanto (47) warga Keluarahan Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Dikatakan dia, korban ditemukan oleh kakaknya, Rahadi Santika sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, kakak korban mencium bau menyengat dari kamar korban. Saat diperiksa, korban ternyata sudah meninggal.

Baca: Sidang Lanjutan Kasus Bulog Grobogan Kembali Digelar, Jaksa Hadirkan Kepala Gudang

’’Diduga sudah sekitar tiga hari meninggalnya," ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, kakak korban sempat memberikan korban sebuah roti pada Senin (12/12/2022). Saat itu, kakak korban tak mengetahui korban sudah kehilangan nyawanya dan mengira ia sedang tertidur.

’’Senin kemarin sempat diberi roti, tapi tidak tahu kalau sudah meninggal,’’ lanjutnya.

Lebih lanjut, Kapolsek mengatakan korban ditemukan sudah kaku dan meninggal dunia dengan posisi tidur telentang. Korban masih berpakaian lengkap dengan memakai kaos, jaket dan celana pendek.

Peristiwa itu pun dilaporkan ke Polsek Brati. Petugas piket dan tim inafis Polres Grobogan kemudian melakukan olah TKP dan Tim Medis Puskesmas Brati.
Peristiwa itu pun dilaporkan ke Polsek Brati. Petugas piket dan tim inafis Polres Grobogan kemudian melakukan olah TKP dan Tim Medis Puskesmas Brati.Baca: Peringati Hari Disabilitas, Dinsos Grobogan Berikan Puluhan Alat BantuKapolsek menyatakan korban hidup menyendiri di rumah orang tuanya dan korban punya riwayat ada gangguan jiwa sejak 15 Tahun yang lalu.’’Pihak keluarga menerimakan dan tidak akan melakukan penuntutan maupun autopsi terhadap jenazah korban,’’ katanya.Barang bukti yang diamankan yaitu tas slempang kecil warna hitam berisi uang sebesar Rp 213.000,  sebuah dus roti, dan toples yang berisi obat-obatan.Jenazah dibawa ke RSUD Purwodadi untuk dilakukan pemulasaraan jenazah dan selanjutnya dimakamkan. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler