Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari target realisasi sebesar Rp 2,8 triliun, baru terserap sebesar Rp 2,3 triliun. Artinya, ada sekitar Rp 519 miliar yang belum terserap.

Itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Grobogan Triwulan IV 2022 di ruang Riptaloka Setda Grobogan, Rabu (21/12/2022).

Baca: Serapan Anggaran RSUD Purwodadi Grobogan Terendah, Ini Sebabnya

Realisasi terendah yakni RSUD dr Raden Soedjati Soemodiarjo Purwodadi. Rumah sakit milik pemerintah itu baru mencapai 58,66 persen dari total anggaran Rp 242,3 miliar.

Kemudian disusul Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebesar 64,25 persen dari total anggaran Rp 23,4 miliar, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebesar 65,99 persen dari total anggaran Rp 11,6 miliar.

Sementara, tiga OPD dengan anggaran terbesar juga masih menyisakan anggaran. Ketiganya yakni,: Dinas Pendidikan dengan anggaran Rp 866,6 miliar, realisasi anggaran mencapai 83,10 persen.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan dengan anggaran Rp 342,2 miliar, baru teraliasi sebesar 70,30 persen, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dengan anggaran sebesar Rp 315 miliar baru terealisasi sebesar 72,03 persen.Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto dalam kesempatan tersebut meminta agar OPD dan instansi mempercepat kegiatan dan pertanggungjawaban masing-masing.Dia meminta agar pencapaian target program kegiatan masing-masing OPD diperhatikan secara serius. Sebab, itu berkaitan dengan mendukung visi dan misi Grobogan, serta sebagai evaluasi pelaksanaan program selanjutnya.’’Berikutnya, dalam rangka persiapan pelaksanaan program kegiatan sub kegiatan anggaran 2023, agar menyiapkan rencana kerja bulanan. Meliputi rencana pelaksanaan pekerjaan, serta rencana pencairan anggaran, sehingga dapat sebagai pedoman percepatan kegiatan,’’ paparnya. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler