Jelang Nataru, Stok Minyak Goreng di Pasar Purwodadi Grobogan Menipis
Saiful Anwar
Jumat, 23 Desember 2022 19:32:26
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hasil blusukan tersebut didapati memang terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas. Namun, secara umum masih terjagkau masyarakat.
Stoknya juga secara umum masih terpenuhi. Hanya saja, pada minyak goreng disebutkan sedang menipis.
Baca: Harga Kedelai Naik Terus, Pemkab Grobogan: Naiknya Ugal-ugalan
’’Ada info dari pedagang, minyak goreng Minyakita menipis tapi harga tidak berubah. Stoknya berkurang karena banyak permintaan, tapi harganya tetap Rp 13.500,’’ terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setiawan.
Pria yang akrab disapa Danis itu menambahkan, selain minyak goreng yang menipis, stok beras lokal juga disebutkan pedagang lagi agak sulit. Sedangkan, beras premium stokya masih aman.
’’Stok beras yang harganya murah agak sulit, kalau yang harga tinggi masih banyak ditemukan. Pedagang kan menyiapkan harga paling rendah dan paling atas, medium Rp 9.500,- sampai premium paling tingi Rp 12.500,- per kg,’’ paparnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



