Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Di kesempatan itu, ia mempromosikan penggunaan cairan ajaib biosaka. Bersama Forkompinda Grobogan, Mentan turut membuat biosaka.

Mentan yang disapa SYL itu menyebut biosaka sebagai kearifan lokal yang sudah teruji di mana-mana. Penggunaan biosaka pun disebutnya bisa mengurangi penggunaan pupuk hingga 50 persen.

’’Biosaka adalah kearifan lokal yang sudah dicoba di mana saja, termasuk di Papua, dan bisa mengurangi minimal 50 persen pupuk kimia. Karena ini bisa langsung menyuburkan tanah,’’ ujar Mentan sembari meremas-remas dedaunan yang dibuat biosaka.

Baca: Mentan Bakal Ganti Padi Gagal Panen Akibat Banjir di Grobogan

Mentan juga memaparkan cara pembuatan biosaka. Mantan Gubernur Sulawesi Selatang itu mengatakan, untuk membuat cairan biosaka harus merupakan rerumputan yang masih sehat, dengan minimal lima jenis.

’’Ambillah di daerah itu, di daerah setempat, tidak boleh dari kecamatan ini, pindah ke kecamatan lain. Rumput yang diambil harus yang sehat, tidak boleh yang bolong-bolong. Kemudian diremas di air, hingga berubah warna. Kira-kira diremas selama 15 menit,’’ imbuhnya.Mentan SYL kemudian juga menerangkan penamaan biosaka. Bio berarti tumbuhan, sedangkan “saka” merupakan singkatan dari “selamatkan alam, kembali ke alam”.Dia mengatakan, biosaka bisa dibuat di mana pun. Mentan pun meminta agar para petani benar-benar memanfaatkan penemuan tersebut untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.https://youtu.be/2SNgQlEPJtcReporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler