Santri di Grobogan Meninggal Usai Berkelahi, Begini Mulanya
Saiful Anwar
Senin, 16 Januari 2023 10:02:21
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pengasuh pondok tersebut, Amin mengatakan perkelahian pelaku dan korban bermula dari candaan bau ketiak. Menurut Amin, candaan semacam itu lumrah terjadi bagi sebagian santri putra.
’’Berawal dari bercanda setelah mengaji. Bercanda bau-bauan ketiak. Ya (kesehariannya begitu, red). Kemudian terjadi kontak fisik. Tanpa sengaja, korban tersungkur ke belakang,’’ terangnya, Senin (16/1/2023).
Saat kontak fisik terjadi, lanjut Amin, kepala korban sempat terbentur pintu. Meski tak ada luka-luka di kepala, insiden itu disebut jadi penyebab meninggalnya korban.
Baca: Berkelahi di Pondok, Santri di Kradenan Grobogan Meninggal
’’Kepala korban sedikit membentur pintu. Tapi ini semua saya hanya tahu dari informasi reka ulang. Enggak ada luka sama sekali yang terlihat. Ini yang membuat kepolisian melakukan autopsi,’’ paparnya.
Amin mengaku tidak tahu apakah korban memiliki penyakit bawaan atau tidak. Namun, korban memang sempat izin karena sakit panas.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



