Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ia mengatakan tak ada maksud untuk menghujat Presiden. Arif pun mengaku video itu bermaksud untuk guyonan bersama sesama Kades.

’’Tidak (Presiden Jokowi). Saya tidak mungkin berani menghujat Pak RI Nomer Satu (Presiden),’’ katanya.

Arif mengaku, nama Jokowi yang disebutnya bukan lah Presiden Jokowi. Namun, salah satu warga Desa Guyangan, Kecamatan Godong.

Baca: Heboh Kades di Grobogan Sebut ’’Jokowi Tak Urusane’’

’’Padahal yang saya sebut itu bukan Bapak Jokowi Presiden Indonesia, tetapi Pak Jokowi seorang RT teman baik saya. Kebetulan warganya Kades Guyangan, Godong. Video itu sudah tidak utuh dan dipotong-potong,’’ tegas Arif.

Arif, kepada awak media mengaku dalam momentum tersebut hanya bercanda sesama kepala desa. Dia mengatakan, sudah sering bercanda seperti itu dengan sesama kades.

’’Bercanda, sama Mbah Lurah Guyangan (Kepala Desa Guyangan). Karena apa, memang kami satu perjuangan. Teman, ketemu lagi dalam angkatan 2019,’’ kata Arif.

Dia pun menyampaikan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat Indonesia atas perkataan dalam video yang viral itu.’’Maka dengan adanya video viral itu, yang membuat saya dihujat, saya minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia,’’ lanjutnya.Sebelumnya diberitakan, Kades Sambung Arif Sofianto menyebut “Jokowi Tak Urusane” dalam video viral di media sosial. Tampak beberapa kades lain dalam video tersebut.Video itu diambil sebelum aksi para kades se-Indonesia di Jakarta pada pekan lalu. Yakni sebelum demonstrasi meminta masa jabatan kepala desa diperpanjang dari 6 tahun menjadi 9 tahun.Terkait viralnya video itu, Camat Godong Bambang Haryono pun berencana memanggil para kades dalam video pada Rabu (25/1/2023) mendatang. Mereka akan dipanggil untuk permintaan maaf. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler