Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Usulan itu mencuat Usulan itu mencuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gubug, Selasa (7/2/2023).

Di ketahui, Sungai Tuntang melintasi sejumlah desa di Kecamatan Gubug. Bila tak dilakukan perbaikan permanen, tanggul tersebut dikhawatirkan jebol.

Dalam Musrenbang Kecamatan Gubug, para kepala desa yang wilayahnya dilalui Sungai Tuntang meminta agar perbaikan tanggul dilakukan secara permanen, bukan darurat atau sementara.

Baca: Operasi Keselamatan Lalu Lintas Digelar di Grobogan, Ini Sasarannya

Camat Gubug Bambang Supriyadi mengatakan, para kades yang wilayahnya dilalui Sungai Tuntang berharap, perbaikan tanggul itu menjadi agenda nasional. Itu, sesuai kepemilikan aset sungai.

’’Tanggul Tuntang dari Glapan sampai Ringinharjo ini diharapkan diperbaiki secara permanen, menyeluruh. Nanti akan diusulkan ke kabupaten, dan harapannya bisa menjadi agenda nasional,’’ kata dia.

Menurut Bambang, apabila tanggul sampai jebol, maka dampaknya sangat besar bagi perekonomian warga. Sebab, sawah-sawah pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat akan tergenang, dan berpotensi puso.

’’Kalau sampai jebol, sawah tergenang hingga puso. Maka, akan menghancurkan perekonomian warga yang mayoritas petani,’’ lanjutnya.Diketahui, pada Oktober 2016 lalu sejumlah titik tanggul Sungai Tuntang di Kecamatan Gubug jebol. Dua titik jebolan di Desa Ngroto dan satu di Desa Papanrejo.Peristiwa itu membuat sejumlah desa di Kecamatan Gubug banjir. Sekitar 2000 rumah warga di 12 desa tergenang.Pada Januari 2020 lalu, tanggul Tuntang di perbatasan Ringinharjo-Trimulyo Demak juga sempat jebol hingga membuat berhektar-hektar sawah tergenang.Selain itu sedimentasi Sungai Tuntang sudah cukup parah. Normalisasi Sungai Tuntang pun mendesak dilakukan. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler