Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pembakaran itu merupakan zat dari gas alam jenis kondensat sebanyak 10 ribu liter. Head Safety and Environment (HSE) Lokasi RBG-3B Yoga Wicaksana mengatakan, pembakaran zat tersebut sesuai dengan aturan Pemerintah.

’’Hasil dari well test (pengujian, red). Sesuai dengan SOP dari SKK Migas dan Pemerintah, hasil dari well test harus dimusnahkan. Estimasinya ada sekitar 10 ribu liter (yang dimusnahkan),’’ ujarnya, Senin (13/2/2023).

Baca: Pembakaran Minyak Pranten Grobogan Gegerkan Warga

Yoga menambahkan, pemusnahan ini merupakan yang pertama dan terakhir kalinya. Minyak dari hasil pengujian sumur itu, kata dia, tidak bisa diperjualbelikan.

’’Ini pertama dan terakhir, memang harus dibakar SOP-nya. Tidak bisa diperjualbelikan karena belum ada edaran dari pemeritah (yang menyatakan) hasil bumi ini boleh diperjualbelikan,’’ lanjutnya.

Lebih lanjut, Yoga menyebut, pembakaran itu akan selesai sekitar 2-3 jam. Karena itu, masyarakat diminta tidak perlu panik dengan adanya kepulan asap tersebut.Sebelumnya diberitakan, kepulan asap tinggi dan hitam membuat warga berbondong-bondong mendatangi sumbernya. Mereka menduga asap itu berasal dari kebakaran rumah.Belakangan diketahui, asap tersebut berasal dari pembakaran gas cair di lokasi pengeboran gas RBG-3B di Desa Pranten, Kecamatan Gubug.https://youtu.be/pC95kTP7XhIReporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler