Jelang HUT Grobogan, Pusaka di Museum Lokal Grobogan Dijamas
Saiful Anwar
Selasa, 21 Februari 2023 17:07:50
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pusaka berupa keris hingga tombak itu dibersihkan dengan cairan racikan dari jeruk nipis, air kelapa muda, hingga air buah pace. Penjamasan setahun sekali itu dilakukan agar pusaka tetap bersih.
Ketua Kasepuhan Wijaya Kusuma Eyang Sukardi menerangkan, total ada 11 keris milik museum dan ratusan pusaka milik Kasepuhan yang dibersihkan.
’’Dibersihkan biar tidak ada karatnya, biar awet dan bersih,’’ tutur Eyang Sukardi.
Baca: Sumur Mati di Tinanding Grobogan Sempat Semburkan Gas
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan, Ngadino mengatakan, jamasan pusaka memiliki nilai tersendiri. Terlebih digelar menjelang Hari Jadi Grobogan.
’’Jamasan pusaka biasanya dilakukan pada bulan Sura. Khusus pusaka di Grobogan dilakukan setahun sekali, menjelang peringatan Hari Jadi Grobogan,’’ terang Ngadino.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



