Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sejumlah penampilan seni ditampilkan dalam pembukaan festival ini. Di lokasi acara, sejumlah produk UMKM lokal juga ikut ditampilkan di stand-stand yang telah disediakan.

Dalam kesempatan ini, hadir Kabid Kebudayaan Solichan Mukhtar mewakili Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora Slamet Pamudji, serta Direktur Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia (FP3MKI) Prof Marlock.

Hadir pula General Manager PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) I Gusti Putu Ngurah Sedana, serta Staf Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Suprapedi mewakili Menteri Abdul Halim Iskandar.

Dalam kesempatan tersebut, Supradedi menyampaikan apresiasinya atas Festival Bambangan Cakil 2020. Dirinya mengaku kagum, lantaran kegiatan seni skala nasional seperti ini justru muncul dari desa terpencil.

“Dua minggu lalu, kami mendapatkan undangan dari Desa Pengkoljagong. Kami mengapresiasi inovasi ini. Justru, gagasan semacam ini malah lahir dari desa terpencil, yang terletak di ujung selatan Kabupaten Blora,” ucapnya.

[caption id="attachment_202921" align="aligncenter" width="880"] Festival Bambangan Cakil 2020 dibuka dengan tari barongan. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

Pihaknya menambahkan, untuk mewujudkan kemandirian dan kemakmuran desa, visi pembangunan harus dilaksanakan secara terintegrasi. Tak cukup hanya memajukan sektor wisata saja, namun juga harus bersamaan dengan penguatan ekonomi masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Maka, Kementerian Desa PDTT mengapresiasi Desa Pengkoljagong yang telah mengesahkan Peraturan Desa (Perdes) Pelestarian Lingkungan. Kami juga menyambut baik kerja sama Pemdes Pengkoljagong dan Prof Marlock yang akan melakukan penanaman 5 ribu bibit pohon nangka di desa ini,” imbuhnya.Menurut Suprapedi, dengan adanya penanaman bibit pohon nangka tersebut, nantinya secara langsung dapat menunjang perekonomian masyarakat desa. Di sisi lain, kelestarian alam dengan banyaknya pohon yang ditanam, akan semakin terjaga.Pembukaan Festival Bambangan Cakil 2020 dimeriahkan dengan penampilan Tari Bondan Payung oleh siswa SD N 1 Temuireng, Tari Rampak dan Tari Gambyong oleh Sanggar Seni Atika Salon Ngasemtanggung, dan Tari Didin Badindin (Tari Indang) oleh mahasiswa STAi Al Muhammad Cepu.Pembukaan semakin meriah dengan penampilan seni barong, Singo Mustiko Nggopati dari Klatak. Selama pembukaan berlangsung, panitia tegas menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan pengecekan suhu tubuh kepada para peserta, menegaskan penggunaan masker, dan mencuci tangan dengan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).Festival Bambangan Cakil 2020 diikuti 30 tim yang berasal dari berbagai lokasi di tanah air. Peserta terjauh datang dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Setiap tim akan tampil sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. (Tim Publikasi Festival Bambangan Cakil 2020) Reporter: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler