Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Warga Desa Keboromo, RT 03 RW 02 Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati dilaporkan hilang terhanyut di Sungai Terok turut Desa Bulungan. Hingga saat ini belum ditemukan.

Warga bernama Ulin Nuha tersebut, dikabarkan terhanyut saat hendak menanam pohon pisang di bantaran sungai tersebut.

Menurut Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 15.00 WIB. Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban awalnya berniat menanam pohon pisang di lahan persawahan di Desa Bulungan.

Baca juga: Tiga Remaja Tenggelam di Pantai Sidem Tulungagung, Dua Tewas

“Sekitar jam 15.30 kami menerima laporan bahwa ada warga bernama Ulin Nuha terseret arus banjir. Korban berusia 50 tahun," kata Aris.

"Korban ke lahan tadi membawa kendaraan jenis Ayla berplat putih dengan nomor K 7127 XX. Saat ini kendaraan masih berada di atas lahan milik korban,” tambahnya, Sabtu (05/02/2022) petang.

Dikatakan, saat itu di lokasi kejadian tidak sedang turun hujan. Namun, di wilayah Cluwak yang berada di sebelah barat memang terjadi hujan deras sejak pagi hingga sore hari.“Sehingga memang arus di sungai lumayan deras karena kiriman dari wilayah Cluwak. Tadi saat korban menyeberang sungai tiba-tiba arus deras datang dan korban terhanyut. Saat itu ada salah satu korban sempat ada yang meraih tangannya, namun karena derasnya air korban akhirnya terhanyut,” sambungnya.Sementara, Ketua Relawan Tim SAR Tunggul Wulung Ali Mas’adi mengatakan bahwa pihaknya menghentikan sementara pencarian. Karena hingga pukul 19.00 WIB belum menemukan korban.“Kami masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian apakah pencarian akan dilanjutkan atau tidak. Mengingat kondisi sudah gelap dan arus sungai sedalam 1,5 meter juga mengalir deras,” pungkasnya. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler